BORNEONEWS, Sampit - Setelah menggelar rapat mediasi dengan agenda mendengarkan jawaban dari managemen PT. Buana Adhitama (BAT), warga Desa Tumbang Tilap kecewa dan mengancam memortal jalur perusahaan PT. BAT yang melintasi desa.
Asisten I Setda Kotim, Diana Setiawan selaku pimpinan rapat mengungkapkan bahwa warga Desa Tumbang Tilap tidak puas dan merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan oleh managemen PT. BAT terkait dengan tuntutan penyerahan hak 20% plasma dari luasan lahan perusahaan.
"Keputusan kami kembalikan kepada kedua belah pihak, dalam hal ini warga Desa Tumbang Tilap merasa tidak puas dan kecewa dengan jawaban pihak management PT. BAT," ungkapnya seusai rapat dengar jawaban yang diselenggarakan di ruang rapat anggrek tebu lantai II kantor Bupati Kotim, Kamis, 6 Oktober 2022.
Duli, perwakilan warga Desa Tumbang Tilap menyatakan kecewa kepada PT. BAT terkait dengan jawaban yang diberikan oleh pihak managemen. Dirinya menjelaskan, awal mula beroperasinya PT. BAT di Desa Tumbang Tilap.
"PT. BAT ini datang ke kampung kami sejak tahun 2004. Awalnya mereka nyatakan akan masuk untuk membuka lahan. Kami yang masih awam menurut saja asalkan pemerintah daerah mengizinkan," kata Duli.
--page
Dirinya menjelaskan beberapa tuntutan warga Desa Tumbang Tilap kepada PT. BAT, yakni penyerahan hak 20% berupa plasma kepada warga, perbaikan kanan-kiri jalan dan masalah limbah pabrik.
"Limbah pabrik yang terkadang mengalir kadang juga tidak (meluap)," jelasnya.
Mengetahui akan tuntutan hak warga Desa Tumbang Tilap ditolak perusahaan, ia menyampaikan ancaman memportal dan memblokir total jalan di Desa Tumbang Tilap.
"Saya atas nama warga Desa Tumbang Tilap akan memportal dan memblokir total jalan, kami akan pasang badan. Siapapun yang menghalangi kami tidak takut, karena ini hak dan ada aturannya," katanya. (M ANDHIKA/B-5)









