GEMBIRA tanpa kisruh di pemungutan suara Pilgub 2016,Nahdlatul Ulama (NU) Kalteng mengucap syukur seraya meminta warga terus mengawal proses dengan aman.Permintaan agar warga Nahdliyin-sebutan anggota NU-mengamankan prosespenghitugan suara disampaikan jajaran pengurus wilayah (PW) NU Kalteng saatgelar jumpa pers, Jumat (29/1).
“Menindaklajuti hasil tadi pagi terkait konferensi perskemenangan SOHIB, Relawan Bintang Sembilan yang diawaki anggota dan pengurus NU,merasa perlu merespon hasil kemenangan tersebut,” ungkap Sekretaris PWNUKalteng Wahyudi F Dirun di Sekretariat PWNU jalan G Obos Palangka Raya.
Nahdliyin diseru untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang merusak ketentraman pascaPilkada sampai seluruh tahapan benar-benar selesai. Menurut dia, ada beberapalangkah yang dilakukan PWNU terhadap jajaran pengurus hingga tingkat ranting(desa). Yang terpenting adalah mengawal perolehan suara yang sementara inimenurut perhitungan tim Sugianto-Habib (SOHIB) sudah di atas angin dengan perolehan 493.788(53,06%).
Ketua PWNU Kalteng, Abdul Wahid Aha menimpali, jangan sampaiperhitungan yang didasari hasil C1 di tiap TPS yang dilaporkan oleh tiap saksi itumenjadi ‘berkurang di tengah jalan’ oleh pihak berkpentingan. Karena itu, wargaNU berkewajiban memonitor sebagai bentuk partisipasi mengawal Pilkada jujur danberintegritas.
“PWNU sambut baik hasil Pilgub yang berjalan aman dan lancarini, dan lebih bersyukur lagi Paslon nomor 1 (SOHIB) sampai saat ini masihmeraih suara terbanyak. Atas perolehan ini dan partisipasi semuanya, kamiucapkan terima kasih kepada warga Kalteng khususnya warga NU yang gunakan hakpilihnya dan menjatuhkan pilihan ke paslon 1,” ungkap Wahid.
Jujur
Ia lantas meminta agar tidak hanya NU tetapi semua pihakturut mengawal raihan ini, antara lain aparat penyelenggara dan pengawas agarbertindak profesional. Begitupun aparat keamanan dari TNI-POlri, harus mengawal kotak suara yang ada dengan maksimal.
“Saya harap hasil yang ada ini, siapapun oknum yang merusakapa yang sudah menjadi amanah dan pilihan masyarakat harus ditindak. Artinya harusdijaga sampai rekapitulasi nantinya menghasilkan apa adanya, perlu kami imbaukejujuran dalam proses,” tegas dia.
Jumpa pers Petinggi NU Kalteng itu juga dihadiri Mustasyar(Penasihat) NU antara lain KH Busyro Kholid dan KH Anwar Isa. Keduanyamengungkapkan apresiasinya kepada warga Kalteng dan lebih menekankan pentingnyamenjaga kondisi masyarakat tetap aman dan menghindarkan riak-riak yang tidakperlu, sehingga Kalteng kondusif untuk siapapun.
“Pilkada sudah dilewati bersama. Ini harus ditanggapi dengan senangdan sukacita semua pihak karena telah berjalan tanpa gejolak. Artinya gelaran Pilkadaberjalan sukses, aman, tertib, tanpa terjadi hal yang dikhawatirkan,” ucapAnwar Isa.
“Ini seperti yang kami impikan, proses peralihan kepemimpinanberjalan tanpa gangguan dan gejolak berarti. Sampaikan agar jangan ada hal-halmengganggu perjalanan Pilkada sampai selesai, agar Nahdliyin istiqomah, danKalteng dihindarkan dari masalah yang membahayakan,” tambah Busyro. (RZ/*)


