PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya terus mengoptimalkan peran relawan dalam memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan maupun korban bencana alam.

Kepala BPBD Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, kemampuan memberikan pertolongan bagi para korban bencana menjadi penting diketahui dan dipahami relawan dan Tim Reaksi Cepat (TRC).

"Tujuannya agar memastikan korban ditangani dengan tepat sehingga tidak menimbulkan dampak tambahan. Itulah pentingnya kemampuan untuk memberikan pertolongan pertama sesuai standar operasional prosedur," katanya, Jumat 7 Oktober 2022.

Jika petugas tidak mahir kata dia, bisa saja karena salah penanganan awal, korban justru menderita sakit lebih parah. Misalnya jika ada korban bencana yang mengalami patah tulang, maka relawan juga harus bisa memberikan pertolongan secara tepat agar tidak memperburuk kondisi korban.

"Untuk itu, sangat penting kemampuan pertolongan dan penanganan awal ini dimiliki relawan dan TRC. Apalagi mereka selama ini menjadi mitra dan salah satu garda terdepan dalam penanganan kebencanaan," ujarnya.

Pada pelatihan sebelumnya ada 7 tim yang bergabung, yakni TRC BPBD sebanyak 14 orang, BPK Borneo 4 orang, BPK Pinus Permai 4 orang, BPK Seth Adji 4 orang, Lazizmu 2 orang, ERP 20 orang dan BPK Hiu Putih 2 orang. (HENDRI/B-6)