PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Euforia penyelenggaraan Guest Lecture berlanjut. Setelah sukses diselenggarakan bulan September lalu, bukan Oktober ini Ketua Program Studi Magister dan Doktor Pengelolaan SDA dan Lingkungan atau PSL Sekolah Pascasarjana atau SPS Universitas Sumatera Utara, Prof Rahmawaty sebagai Pemenang hibah World Class Professor atau WCP kembali menyelenggarakan kegiatan kedua dengan beberapa perbedaan pada kegiatan.

"Pada Kegiatan 1st guest lecture yang telah dilaksanakan pada tanggal 19 September lalu menghadirkan 4 narasumber dan 2 moderator," kata Prof Rahmawaty dalam kegiatan yang diselenggarakan melalui zoom meeting ini, Jumat, 7 Oktober 2022.

Pada Kegiatan 1st guest lecturer dibagi menjadi 2 sesi. Pada sesi 1, penyampaian materi pertama dengan judul "SAR (Synthetic Aperture Radar) for reckoning aboveground biomass of tropical forests" oleh Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd Hasmadi Ismail dari Fakulti Perhutanan dan Lingkungan UPM Malaysia dan penyampaian materi kedua dengan judul “Potential of mangrove ecosystem for community welfare and maintenance of coastal environment quality” oleh Prof. Dr. Cecep Kusmana dari IPB University.

"Kedua materi tadi dimoderatori oleh Prof. Dr. Christine Wulandari dari Universitas Lampung dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Menutup sesi ini, disampaikan sertifikat apresiasi oleh Bapak Dr. Samsuri selaku Ketua Program Studi Magister Kehutanan USU," jelas Prof Rahmawaty.

--page

Pada sesi kedua, lanjutnya, disampaikan materi pertama berjudul “Analysis of environmental conditions in forestry, maritime, and food aspect in sustainable development” oleh Prof. Zulkifli Nasution, PhD dari Universitas Sumatera Utara dan materi kedua berjudul “Stream water quality and chemistry of rehabilitated forest in Bintulu, Sarawak” oleh Assoc. Prof. Dr. Seca Gandaseca dari Universitas Nasional.

Kedua materi tersebut dimoderatori oleh Dr. Esther Nababan dari Universitas Sumatera Utara dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Menutup sesi ini, disampaikan sertifikat apresiasi oleh Prof. Rahmawaty, Ph.D selaku Ketua Program Studi S2 S3 PSL SPs USU.

First guest lecture of WCP ini dihadiri oleh lebih dari 120 peserta baik dari akademisi seperti dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta praktisi, peneliti, maupun wirausahawan yang

berasal dari dalam negeri maupun luar negeri dengan best participant adalah Atas Wijayanto dan Anton Syahputra Siregar.

"Nah sementara pada Kegiatan 2nd guest lecture ini menghadirkan 3 narasumber, dan seorang moderator saja, dan joint kepanitiaan dari Program Studi Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (S2 dan S3) Sekolah Pasca Sarjana (SPS) USU, dan Fakultas Kehutanan USU (Program Studi Kehutanan S1 dan S2)," tuturnya lagi.

Acara dibuka tepat pada pukul 08.00 WIB oleh Maria Ulfa, MSc yang merupakan Dosen Prodi Kehutanan USU, dilanjutkan dengan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa oleh Dr. Alief Aththorick, Sekretaris Prodi PSL S2. Acara kemudian dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. T.Sabrina selaku Direktur SPS USU dan Dr. Rudi Hartono, Dekan Fakultas Kehutanan USU.

Sama seperti pada GL ke-1, dalam GL ke-2 ini pengantar diskusi disampaikan oleh Prof. Ir. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D, IPU pemenang hibah World Class Professor atau WCP.

"Dalam GL2 ini menghadirkan para pembicara yang sangat berkompeten di bidang kehutanan dan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang akan membahas secara mendalam," jelas Prof Rahmawaty lagi.

Pembahasan pertama bertajuk "Sustainable Bio-D: What is Remote Sensing Can Do??" oleh World Class Professor (WCP) dari UPM, Malaysia Prof. Gs. Ts. Dr. Mohd Hasmadi Ismail, sementara pembahasan kedua bertajuk "Agroforestry Landscape Analysis for Sustainable Environmental Management" oleh pembicara kedua yakni Prof. Hadi Susilo Arifin dari IPB University, Indonesia.

Sementara materi ketiga disampaikan oleh Dr. Mahawan Karuniasa dari Universitas Indonesia dengan membawa tema Climate Mitigation Agenda 2030:Net-Sink Forestry and Other Land and Uses.

"Pada kegiatan GL-2 ini kita dimoderatori oleh Dr. Ir. Sitti Latifah dari Universitas Mataram, Indonesia," jelas Prof Rahmawaty lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)