PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins mengatakan, secara umum, pihaknya memprakirakan inflasi hingga akhir tahun 2022 akan tetap di atas target sasaran.

"Dapat kami sampaikan bahwa inflasi pada September 2022 hingga akhir tahun diprakirakan akan tetap berada di atas target sasaran," kata Yura.

Prediksi ini menurut Yura seiring dengan kenaikan harga BBM subsidi yang tentunya akan berdampak pada kenaikan inflasi.

"Secara langsung kenaikan harga BBM subsidi akan dirasakan pada kelompok transportasi, yang kemudian akan tertransmisi kepada kenaikan harga ongkos angkut dan pada akhirnya mendorong kenaikan harga barang atau jasa sebagai second round effect," ungkapnya.

Bank Indonesia memprakirakan inflasi pada Desember akan lebih rendah dari September, walaupun masih akan di atas sasaran.

--page

Untuk itu, rencana TPID untuk tetap menjaga inflasi melalui kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan atau GNPIP yang akan dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun, perlu diapresiasi dalam rangka menjaga dan meredam agar kenaikan inflasi tidak berlanjut.

"Upaya penurunan inflasi memang butuh waktu. Selain itu, kalau kita lihat kenaikan inflasi pada September terutama berasal dari kenaikan harga BBM," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-7)