Pemerintah Desa (Pemdes) Rasau Tumbuh, Kecamatan Kotabesi membuat terobosan dengan membuat instalasi pengolahan air minum. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kelangkaan air bersih pada saat musim kemarau. 


"Program yang kami lakukan ini adalah usaha pengelolaan air bersih milik desa. Selama ini, masyarakat kami kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, sehingga program ini langsung direspon baik oleh masyarakat," kata Kepala Desa (Kades) Rasau Tumbuh Syarifudin saat ditemui <Borneonews> di kediamannya, Jumat (29/1/2016).


Ia melanjutkan usaha pengelolaan air bersih ini merupakan program Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program pengelolaan air bersih ini dikembangkan dengan akses sumur bor dan pipanisasi. Air bersih ini akan dikelola dan didistribusikan kepada masyarakat dan perusahaan yang ada di sekitar desa dengan sistem subsidi.


“Distribusi air bersih ini khusus untuk masyarakat akan kita subsidi, sehingga tidak menjadi beban bagi masyarakat untuk membelinya. Kami yakin air bersih yang kami kelola ini layak minum dan bisa memenuhi kebutuhan air bersih untuk masyarakat kami,” cetus dia.


Menurut Syarifudin, program air bersih ini tinggal menunggu penyelesaian tahap akhir dan peresmiannya. Selanjutnya BUMDes ini bisa beroperasi. Selain pengelolaan air layak konsumsi tersebut, pemerintah Desa Rasau Tumbuh juga tengah menggarap program pipanisasi ke rumah-rumah warga, sehingga ke depan warga tidak lagi mandi di Sungai Mentaya.


Meski air baku juga berasal dari Sungai Mentaya, kata dia, namun air itu akan ditampung dan diproses terlebih dahulu di sistem penyaringan. Sehingga air itu aman untuk digunakan minum, mandi dan mencuci. (FI/B-8)