BORNEONEWS, Palangka Raya - Deputi Bidang Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi mengatakan pengembangan minyak makan merah yang berasal dari kelapa sawit oleh koperasi dinilai sudah memasuki tahap urgensi.
Hal ini diungkapkan Ahmad saat memaparkan materi tentang pembiayaan pembangunan pabrik minyak makan merah dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat Sumatera Utara pada 5-7 Oktober 2022 di Medan, Sumatera Utara.
"Urgensi pengembangan minyak makan merah oleh Koperasi itu benar adanya, karena saat ini sebagian besar pabrik minyak goreng Pulau Jawa," kata Ahmad dalam rilisnya kepada Borneonews pada Peristiwa kelangkaan ketersediaan pasokan dan kenaikan harga minyak goreng belakangan ini menurutnya merupakan akibat dari lengolahan CPO oleh petani yang belum maksimal.
"Dalam salah satu rekomendasi untuk penyerapan produk minyak makan merah bisa terintegrasi dengan program stunting," jelasnya lagi.
Kegiatan dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara, Lies Handayani Siregar.
--page
Hadir dalam kegiatan ini Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, Ketua DPW Apkasindo Sumatera Utara, Gus Dalhari Harahap, Sekretaris Jendral Apkasindo, Rino Afrino, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Mayjen TNI (Purn) Erro Kusnara serta perwakilan Pekebun Sawit dari Kabupaten-Kabupaten se-Provinsi Sumatera Utara.
Dalam FGD Penguatan Kelembagaan dan Kemitraan Kelapa Sawit Rakyat Sumatera Utara menghadirkan Narasumber dari BPDP Kelapa Sawit, Kementerian Koperasi dan UKM dan Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS Medan serta DPP Apkasindo. (TESTI PRISCILLA/B-6)









