BORNEONEWS, Papangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar mendorong pemerintah melalui PT PLN supaya dapat menggencarkan pembangunan jaringan listrik di wilayah perdesaan khususnya di Kalimantan Tengah.
Di Kalteng sendiri hingga sampai saat ini masih banyak wilayah pedesaan yang belum teraliri listrik PLN, sehingga hal ini perlu menjadi perhatian pemerintah agar masyarakat wilayah pedesaan juga bisa menikmati jaringan listrik 24 jam.
"Contohnya di wilayah Kobar, ada desa disana yaitu Nanga Mua, masyarakat desa setempat tidak bisa menikmati listrik 24 jam, karema untuk medapatkan suplai listrik mereka hanya mengandalkan mesin genset. Belum lagi desa-desa lainnya, jadi ini perlu menjadi perhatian pemerintah," tuturnya, Sabtu, 8 Oktiber 2022.
Kebutuhan akan jaringan listrik di era saat ini sangat diharapkan oleh masyarakat wilayah pedesaan, terlebih lagi ada banyak aktivitas yang memerlukan listrik untuk menunjang berbagai kinerja seperti salah satunya di kantor desa untuk pengoperasian alat-alat digital yang ada.
"Apalagi saat ini terkait penyimpanan atau mencari data semuanya sudah menggunakan digitalisasi, jadi apabila tidak ada akses penunjangnya seperti listrik maka suatu desa akan jauh tertinggal. Listrik juga sangat berguna untuk menunjang aktivitas perekonomian masyarakat desa," jelasnya.
Dirinya berharap, untuk tahun 2023 nantinya pemerintah dapat menggencarkan pembangunan jaringan listrik ke wilayah pedesaan terutama di Kalteng, sebab mengenai hal itu juga kerap menjadi aspirasi masyarakat ketika pihaknya melaksanakan reses.
--page
"Terkait sulitnya akses menuju wilayah pedesaan yang bisa menghambat percepatan pembangunan jaringan listrik ini, khususnya pemda di setiap wilayah perlu juga memperhatikannya, seperti membangun jalan yang memadai agar jaringan listrik bisa cepat masuk ke desa-desa," imbuhnya. (DONNY D/B-6)









