BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Msa Jaya S Monong memberikan sejumlah catatan penting yang perlu dilakukan oleh perangkat daerah terkait realisasi pelaksanaan APBD tahun anggaran (TA) 2022.
Hal tersebut disampaikan Jaya melalui sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten II Setda Gumas Richard dalam kegiatan pembukaan rapat koordinasi pengendalian (Rakordal) dan evaluasi realisasi pelaksanaan APBD pemerintah Kabupaten Gunung Mas triwulan III tahun anggaran (TA) 2022 yang dilaksanakan belum lama ini.
"Hasil rekomendasi dari evaluasi Triwulan III ini, mari kita tindaklanjuti demi perbaikan dan optimalisasi penyerapan anggaran Tahun 2022, jangan jadikan hanya suatu seremonial belaka, namun menjadi suatu aksi pada Perangkat Daerah masing-masing," ujarnya.
Lebih lanjut, Dia juga meminta kepada kepala perangkat daerah untuk mengoptimalisasi waktu yang ada, jangan menunda pelaksanaan karena dapat memengaruhi dari penganggaran dan penyelenggaraan pemerintah daerah.
Sebab, Jaya melalui Richard mengatakan bahwa pelaksanaan pembangunan di pemerintahan Kabupaten Gunung Mas masih bergerak lamban.
--page
"Bahkan bila dibandingkan dengan realisasi Triwulan III Tahun 2021, maka tidak ada perbaikan yang signifikan, di mana realisasi pendapatan kita menurun namun realisasi belanja kita meningkat, tapi tetap saja kita tidak dapat mencapai target realisasi Triwulan III sebanyak 85 persen," terangnya.
Selain itu, kepada camat dibantu oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa diminta agar dapat melakukan monitoring dan pengawasan terhadap pelaksanaan Dana Desa.
Dana Desa yang dimaksud yakni perihal penggunaan minimal 40 persen bantuan langsung tunai (BLT), minimal 20 persen untuk ketahanan pangan dan minimal 8 persen untuk penanganan Covid-19. (RISKA YULYANA/B-5)









