Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) terus berupaya membangun infrastruktur baik jalan maupun jembatan di <Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau>. Sehingga arus transportasi darat bisa lancar dan membuka keterisolasian masyarakat wilayah pedesaan.
Hal itu disampaikan Bupati Gumas Arton S Dohong saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. "Sebagai kabupaten pemekaran, tentu banyak hal yang harus kita bangun. Salah satunya, jalan dan jembatan untuk membuka keterisolasian daerah," kata Arton.
Ia melanjutkan untuk membangun dan meningkatkan kualitas infrastruktur di GUmas, tahun ini Pemkab Gumas melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) menggelontorkan dana kurang lebih Rp250 miliar yang bersumber dari APBD Gumas. "Banyak jalan dan jembatan yang harus kita benahi dan perbaiki, sehingga memerlukan dana cukup besar," imbuh dia.
Menurut Arton, apabila akses jalan darat bisa diwujudkan, maka hal itu akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur jalan dan jembatan ini akan dibangun hingga ke pelosok desa. Sehingga 12 kecamatan di Gumas bisa dihubungkan dengan jalan darat.
"Saat ini, hanya beberapa desa saja yang belum bisa diakses melalui jalan darat. Meski begitu, kualitas sejumlah jalan penghubung kecamatan juga belum memenuhi keinginan masyarakat, itu akan kita upayakan untuk ditingkatkan dengan menyesuaikan dengan dana yang tersedia," terang dia.
Saat ini, kata dia, pihaknya juga membangun jembatan yang cukup besar seperti Jembatan Batu Mahasur di Kuala Kurun. Jembatan itu membentang di atas Sungai Kahayan. "Selain itu ada juga Jembatan Kahayan Hulu Utara, Jembatan Manuhing, Jembatan Linau, Jembatan Marikoi dan masih banyak jembatan lainnya," kata dia. (EP/B-8)


