KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Pemerintah Desa Batu Nyapau Kecamatan Tewah Kabupaten Gunung Mas sudah menganggarkan dari Dana Desa untuk pemberdayaan masyarakatnya dengan berbudidaya itik petelur.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Desa sekaligus Sekretaris Desa Batu Nyapau Jon Prinedi menjelaskan, mengapa pihaknya memilih budidaya itik petelur lantaran masih kurangnya pasokan telur itik dari sejumlah wilayah di Kabupaten Gunung Mas. 

"Kami melihat prospeknya, telur menjadi salah satu kebutuhan masyarakat dan di Desa Batu Nyapau bahkan Kota Kuala Kurun juga sering membeli telur itik dari luar daerah," jelasnya Minggu 9 Oktober 2022.

Harapannya dengan membudidayakan itik petelur bisa mencukupi kebutuhan telur di Desa Batu Nyapau dan juga bisa menjual hasil budidayanya ke daerah lain.

"Jadi selain sebagai ketahanan pangan masyarakat, telur yang dihasilkan bisa menambah penghasilan keluarga," terangnya.

"Selain itu budidaya itik petelur ini tujuannya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga diharapkan ke depannya angka kemiskinan bisa ditekan dan masyarakat bisa tambah sejahtera," imbuh Jon.

Pihaknya sebelumnya telah menggelar pelatihan budidaya itik petelur yang bekerja sama dengan Dinas Pertanian pada 30 September 2022 lalu.

--page

Tujuannya agar masyarakat Desa Batu Nyapau menjadi paham bagaimana cara pemeliharaan itik petelur dan lainnya sehingga budidaya itik petelur ini bisa berhasil.

"Setelah dilaksanakan pelatihan, akan diberikan bantuan bibit kepada kelompok budidaya itik petelur yang berjumlah 33 kepala keluarga," jelas Jon.

Untuk ke depannya pihaknya bersama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas akan memantau kesehatan dan perkembangan dari bibit yang telah diberikan kepada masyarakat Desa Batu Nyapau tersebut. (RISKA YULYANA/B-11)