BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, banjir masih melanda 27 desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Musibah tersebut membuat 6.804 warga terdampak.
"Total terdampak banjir di Kotim ada 5 kecamatan, 27 desa dan 6.804 jiwa," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Rihel, Minggu, 9 Oktober 2022.
Dia menjelaskan, banjir di Kotim sudah lebih dari 1 bulan, yakni sejak 2 Oktober 2022 lalu. Namun, tidak merata dan air turun naik karena tergantung cuaca. Jika hujan deras terjadi, maka banjir akan melanda, namun jika sudah mulai surut, air akan menjalar ke sejumlah wilayah.
Dirinya mencontohkan seperti di beberapa desa Kecamatan Mentaya Hulu, saat ini banjir mengalami turun naik akibat engaruh hujan di wilayah hulu daerah tersebut.
"Beberapa wilayah yang dilanda banjir sempat surut, namun air naik kembali setelah hujan deras turun," terang Rihel.
--page
Sementara itu, jumlah kepala keluarga yang terdampak yakni 1.793 KK, dengan total rumah 1.295. Ketinggian air bervariasi. Ada yang 40 cm dari permukaan tanah, ada juga yang mencapai 1,5 meter.
"Ketinggian air tergantung dataran desa yang terdampak banjir, namun paling tinggi mencapai 1,5 meter," terang Rihel.
Pada sore hari ini, banjir di sejumlah desa sudah surut. Bahkan tersisa 4 kecamatan saja. Namun, dia tetap mengimbau masyarakat selalu waspada, karena jika hujan deras turun, banjir bisa saja kembali naik. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









