MULAI tahun ini, pemberian vaksin polio tidak melalui oral atau diteteskan ke mulut balita. "Pemberian vaksin polio sekarang akan berbeda, disuntikan. Kalau dulu kan diteteskan melalui mulut," kata Kepala Puskesmas Semanggang dr Jhonferi Sidabalok kepada Borneonews, Minggu (31/1/2016).
Pemberian vaksin polio menggunakan injeksi lebih optimal dibanding vaksin polio oral. Pasalnya, vaksin polio oral merupakan virus hidup yang dilemahkan, sedangkan vaksin injeksi berisi virus mati.
Rencananya, pada Maret mendatang akan dilakukan vaksin polio secara serentak untuk mencegah penyakit polio sejak dini. Sebagai persiapan, setiap puskesmas melakukan pendataan yang diperkirakan selesai Februari ini. "Kami saat ini sedang mendata balita ke seluruh desa yang masuk ke wilayah Puskesmas Semanggang untuk pemberian vaksin polio Maret mendatang," ungkap dr Jhonferi Sidabalok.
Meski sekarang tidak ada kasus penyakit polio di wilayah Pangkalan Banteng, pemberian vaksin sejak dini terus dilakukan secara rutin tiap tahun oleh Kementerian Kesehatan.
Pendataan ini, tambah dia, akan menyeluruh hingga ke wilayah perusahaan. Setelah jumlah balita sasaran vaksin polio terdata, akan diberikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar untuk menentukan jumlah vaksin polio. "Saat ini masih dalam proses pendataan, jadi kami belum tahu jumlah total vaksinnya nanti berapa banyak," pungkas Jhon. (CP/B-2)
Pemberian vaksin polio menggunakan injeksi lebih optimal dibanding vaksin polio oral. Pasalnya, vaksin polio oral merupakan virus hidup yang dilemahkan, sedangkan vaksin injeksi berisi virus mati.
Rencananya, pada Maret mendatang akan dilakukan vaksin polio secara serentak untuk mencegah penyakit polio sejak dini. Sebagai persiapan, setiap puskesmas melakukan pendataan yang diperkirakan selesai Februari ini. "Kami saat ini sedang mendata balita ke seluruh desa yang masuk ke wilayah Puskesmas Semanggang untuk pemberian vaksin polio Maret mendatang," ungkap dr Jhonferi Sidabalok.
Meski sekarang tidak ada kasus penyakit polio di wilayah Pangkalan Banteng, pemberian vaksin sejak dini terus dilakukan secara rutin tiap tahun oleh Kementerian Kesehatan.
Pendataan ini, tambah dia, akan menyeluruh hingga ke wilayah perusahaan. Setelah jumlah balita sasaran vaksin polio terdata, akan diberikan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Kobar untuk menentukan jumlah vaksin polio. "Saat ini masih dalam proses pendataan, jadi kami belum tahu jumlah total vaksinnya nanti berapa banyak," pungkas Jhon. (CP/B-2)


