PENIPUAN melalui telepon seluler (ponsel) yang mengabarkan anggota keluarga sakit merupakan modus lama. Tapi, penipu tidak kapok untuk beraksi mencari korban. Seperti yang dialami Arif, warga Jalan Ahmad Yani Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat.
Ia menceritakan, pada Minggu (31/1/2016) sekitar pukul 01.00 WIB, ponselnya berdering. Panggilan tersebut dijawab oleh istrinya. Lewat telepon itu, seseorang mengatakan dengan nada panik kalau orang tua Arif yang berada di Pulau Jawa masuk rumah sakit, karena stroke. "Memang ibu saya yang berada di Jawa pernah kena stroke. Istri saya yang menerima telepon tersebut panik dan dengan cepat membangunkan saya. Anehnya, orang tersebut menyebutkan dengan benar nama ibu saya," ujar Arif, Minggu (31/1/2016).
Kemudian, lanjut Arif, orang yang mengaku sebagai petugas medis di sebuah rumah sakit di Pulau Jawa tersebut meminta agar ia segera mentransfer uang supaya sang ibu bisa secepatnya mendapatkan pertolongan medis. "Saya akui, awalnya saya panik. Karena orang itu mengetahui nama ibu saya dan sama saya. Namun tidak lama rupanya ada ganguan operator selular, telepon terputus."
Ia kemudian menghubungi keponakannya yang selama ini tingal di rumah ibunya. "Saat saya tanya apakah benar ibu saya masuk rumah sakit, keponakan saya malah heran. Menurutnya ibu saya yang biasanya di panggil simbah oleh ponakan saya tersebut baik-baik saja. Malahan sedang tidur bersama tiga orang cucunya di ruang tengah," jelasnya yang mengaku lega setelah mendengar ibunya baik-baik saja.
Terkait hal tersebut Kapolres Kobar AKBP Heska Wahyu Widodo mengingatkan agar  masyarakat tidak mudah percaya bila ada pihak yang mengabarkan sesuatu dan ujung-ujungnya meminta untuk mentransfer uang. "Sebaiknya cek ulang dan benar-benar pastikan informasi tersebut dengan menghubungi keluarga yang lain," jelasnya. (YD/B-2)