TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sebuah postingan dari pemilik akun Raminto Yanwar menuding Kepada Puskesmas Tamiang Layang, Dandang Suseno melakukan pungutan liar (pungli) sebesar 20 persen dari setiap program di puskesmas tersebut.

"Siang tdi pas makan di warung nasgor pade di trminal mandangr buhan petugas pkm tmiang bakesah, kapus kita yg hnyr ni minta 20 persen dari tiap program kita di pkm gsan tali asih bupati sekda kadis wan dprd, nah dlm hati ak ni lalu mandam ae," tulis akun Raminto Yanwar dalam postingannya di Grup Facebook Barito Timur Membangun, Sabtu, 8 Oktober 2022.

Dalam postingan itu pemilik akun mengungkapkan bahwa saat dirinya sedang makan di sebuah warung nasi goreng di terminal, mendengar pegawai Puskesmas Tamiang Layang bercerita bahwa kepala puskesmas yang baru meminta 20 persen dari setiap program di puskesmas itu untuk tali asih bagi bupati, sekda, kadis dan DPRD.

Tak ayal postingan itu ramai ditanggapi oleh anggota grup yang mempertanyakan kebenaran tudingan tersebut. Namun sayangnya saat Borneonews mengkonfirmasi pemilik akun lewat aplikasi messenger apakah memiliki bukti berupa rekaman suara atau yang lainnya, ternyata yang bersangkutan tidak memiliki bukti apapun.

"Sure pa Klo rekman suara atau video gak ad pak oelh saya spontan aaja duduk di belakang mereka mndngar apa yg di pander," tulis Raminto Yanwar yang artinya selamat sore pak, kalau rekaman suara atau video tidak ada karena saya spontan saja di belakang mereka mendengar apa yang dibicarakan.

Apa yang disampaikan pemilik akun Facebook tersebut dengan tegas dibantah oleh Dandang Suseno.

"Yang pertama, saya mulai aktif di sini (menjabat sebagai Kepala Puskesmas Tamiang Layang) tanggal 2 September 2022, nah sampai sekarang untuk dana APBD baru sampai bulan Juni yang dibayarkan. Untuk DAK (Dana Alokasi Khusus) juga baru sampai bulan Juni atau triwulan kedua. Untuk JKN baru satu bulan yang di bulan September," bantah Dandang Suseno saat dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin, 10 Oktober 2022.

--page

"Jadi yang dikatakan 20 persen saya gak tahu. Mau dipotong apa yang dipotong sedangkan duitnya belum ada," lanjutnya.

Dia menilai informasi yang beredar tersebut merupakan hoaks atau berita bohong dan hanya berisi dugaan-dugaan.

Dandang pun mempersilakan wartawan untuk mengkonfirmasi ke Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Barito Timur untuk mengetahui dana apa saja yang sudah dicairkan di Puskesmas Tamiang Layang. (BOLE MALO/B-11)