LAPORAN: BUDI YULIANTO (Palangka Raya)
KEPALA Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya, Tunggul Buwono, mengatakan, kaburnya seorang narapidana (napi) bernama Alanwari Pasaribu (21) tahun bermula ketika sebanyak 18 napi bertugas membersihkan lingkungan, termasuk mempersiapkan peralatan ibadah di masjid dalam Rutan itu.
Menurut Tunggul, seluruh napi itu penghuni ruang Blok F. Ruang tersebut merupakan khusus napi tamping (napi yang diberi tuga membantu pegawai rutan). Selesai bertugas, napi seharusnya kembali pukul 17.00 WIB. Namun, Alan yang tercatat sering melaksanakan ibadah Minggu (31/1/2016) petang itu tak terlihat. “Petugas waktu itu sempat berpapasan. Tapi belum mencurigai,” ungkapnya.
Usai salat magrib, petugas tidak mendapati Alan. Petugas kemudian mencari ke seluruh tempat dan menemukan jejak kaki Alan kabur melalui tembok setinggi tiga meter yang diperkuat dengan kawat berduri. Arahnya menuju kawasan rawa-rawa.
“Persisnya pada pukul 18.20 WIB. Karena pada waktu itu dia terlihat terdekam CCTV. Caranya memanjat tembok secara manual, kemudian melewati kawat berduri. Dia seperti terluka karena juga ditemukan ada bercak darah,” tutur Buwono. (B-10)



