Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Selot T Sahay mengatakan saat ini Dinkes mewaspadai serangan nyamuk pembawa virus Demam Berdarah Dengue (DBD). 


"Dari sampel saat dilakukan penelitian epidemologi (PE), ternyata ditemukan jentiknya hampir di semua titik, terutama di Kuala Kurun," kata Selot saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Senin (1/2/2016).


Ia melanjutkan pihaknya bakal menyampaikan nota pertimbanga kepada Bupati GUmas untuk melakukan pengasapan (fogging) di Kuala Kurun. Pasalnya, banyak ditemukan jentik nyamuk penyebab DBD di beberapa titik. "Setelah mendapat persetujuan beberapa waktu lalu, kami melakukan fogging di beberapa wilayah," terang dia.


Beberapa wilayah yang menjadi sasaran fongging, lanjut dia, wilayah perkantoran, pasar, hotel, sekolah dan tempat-tempat yang potensial terdapat jentik nyamuk. “Kita telah melakukan fogging massal terbatas pada 26 dan 28 Januari 2016. Fogging hanya dilakukan ditempat–tempat yang banyak jentik berdasarkan PE yang kita lakukan,” terang dia.


Menurut Selot, hingga saat ini berdasarkan laporan yang masuk ke Dinkes, sudah terdeteksi lima orang yang positif terserang penyakit DBD. Bahkan, di Desa Tuyun, Kecamatan Mihing Raya ada penderita yang meninggal dunia. Penderita yang meninggal dunia itu sempat mendapat perawatan di RSUD Dorys Silvanus, Palangka Raya.


“Selain penyakit DBD yang bersangkutan juga menderita penyakit lain. Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan fogging di Desa Tuyun, setelah dilakukan PE ternyata jentiknya ada,” ungkap dia.


Saat musim hujan seperti ini, lanjut dia, pihaknya meminta agar masyarakat waspada terhadap serangan penyakit DBD dengan memberantas sarang nyamuk. Yakni, dengan menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air, menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air, menutup rapat tempat penampungan air dan upaya lainnya. (EP/B-8)