LAPORAN: RADEN ARIYO
PEMADAMAN listrik secara bergilir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan di daerah kerja PT PLN Pangkalan Bun bakal terjadi hingga akhir bulan ini.
Supervisor Teknik Jaringan Listrik PLN Rayon Pangkalan Bun, Suprapto menerangkan, kondisi cuaca dan beban listrik PLN punya keterkaitan. Saat cuaca dingin, beban listrik PLN cenderung rendah. Sebaliknya, pada cuaca panas, beban listrik PLN akan besar. Hal tersebut akan berpengaruh pada durasi dan intensitas pemadaman listrik secara bergilir.
"Pada saat hujan misalnya. Pemakaian alat elektronik seperti kipas angin, dan pengatur suhu ruangan atau AC (air conditioner), oleh masyarakat rendah. Sehingga beban listrik PLN juga tidak besar. Jadi durasi pemadaman listriknya juga tidak akan lama. Beban puncak itu terjadi mulai pukul 17.00 WIB sampai 22.00 WIB. Saat pemakaian listrik besar." kata Suprapto, Senin (1/2).
Menjelang akhir Januari lalu, lanjut Suprapto, beban puncak listrik PLN sempat menyentuh titik tertinggi sebesar 29,5 megawatt (mW). Hal itu terjadi saat suhu cuaca sedang tinggi dan pemakaian listrik oleh pelanggan besar. Pada kondisi demikian, durasi pemadaman listrik secara bergilir biasanya akan berlangsung cukup lama.
"Tiga hari lalu itu saat cuaca panas, beban puncaknya sampai 29,5 mW. Karena banyak yang nyalakan AC. Jadi durasi padam listriknya lama sampai pukul 22.00 WIB. Kalau kondisi cuaca tidak terlalu panas. Seperti tadi (31/1) malam misalnya, beban puncak hanya sekitar 26 mW."
Ia menambahkan, dengan defisit daya 5 mW, pemadaman listrik akan dilakukan setiap hari, hingga operasi daya atau suplai listrik dari PLTU normal. Khusus terhadap pelanggan besar, seperti tempat hiburan, hotel dan industri, setiap harinya PLN akan melakukan pemadaman secara bergilir sekitar 1.500 kilowatt per jam (kWH). Sedangkan terhadap pelanggan umum, berkisar 1.000 kWH sampai 5.988 kWh." (RD/B-7)


