BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berkomitmen dalam pengendalian inflasi di wilayah tersebut dengan rutin menggelar pasar murah 2 kali dalam seminggu hingga akhir tahun mendatang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Zulhaidir saat memantau berlangsungnya kegiatan pasar murah di Pasar Eks Mentaya, Kamis, 13 Oktober 2022.
"Pasar murah kida adakan masih dalam rangka pengendalian inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat," kata Zulhaidir.
Dia mengatakan, pasar murah akan terus digelar setiap pekan pada hari Senin dan Kamis dan dilaksanakan terus menerus sampai bulan Desember.
Dari pantauan Borneonews.co.id, pasar murah menjual berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang, cabe, tomat, ikan dan gas elpiji 3 kg. Harga yang dibanderol juga dipastikan lebih murah dari harga di pasaran yakni ikan patin dengan harga Rp15 ribu perkilogram, ikan nila dan ikan segar seharga Rp30 ribu perkilogram.
Ada juga gas elpiji dibanderol dengan harga sama seperti di pangkalan yakni Rp22 ribu per tabung. Selain itu juga ada paket berisi beras 5 kg dan minyak 1 liter yang dijual dengan harga Rp50 ribu saja.
--page
Sedangkan minyak goreng dijual Rp10 ribu perliter, bawang merah dan bawang putih Rp25 ribu perkilogram, cabai rawit Rp40 ribu perkilogram.
Meski digelar secara rutin, kegiatan pasar murah selalu disambut antusias warga Kota Sampit. Lokasi pasar murah dipenuhi warga yang ingin membeli bahan keperluannya masing-masing.
Sementara itu, dinas yang berpartisipasi dalam pasar murah ini antara lain Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan Kotim. (NOOR ANNISA/B-7)









