TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Relawan Komunitas Eco Enzyme Nusantara Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Bank Sampah Mentari Tamiang Layang mengenalkan Eco Enzyme dan mengajarkan cara pembuatan Eco Enzyme dari limbah organik rumah tangga kepada pengurus PKK Kabupaten Barito Timur di Aula Kantor PKK, Tamiang Layang, Kamis, 13 Oktober 2022.

Ketua Komunitas Eco Enzyme Nusantara Kalsel Akbar Rahman mengatakan,
Eco Enzyme adalah cairan yang diproduksi dari fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran, molase atau gula merah dan air selama paling singkat 3 bulan.

Eco Enzyme pertama kali dikembangkan oleh Rosukon Poompanvong, seorang pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand yang melakukan penelitian sejak tahun 1980-an

Menurut Akbar, perbandingan campuran bahan untuk pembuatan Eco Enzyme yaitu 1 bagian gula merah atau molase, 3 bagian limbah organik dan 10 bagian air. Campuran bahan tersebut dapat difermentasi dalam wadah berbahan plastik seperti botol atau galon bekas air mineral, jerigen dan lainnya.

"Bulan pertama harus diberi ventilasi karena saat itu mengandung alkohol dan mengeluarkan gas. Kemudian mulai bulan kedua ditutup rapat sampai bulan ketiga baru bisa dimanfaatkan," jelasnya.

--page

Karena Eco Enzyme tidak memiliki masa kedaluwarsa, maka panen cairan Eco Enzyme dapat dilakukan lebih dari usia fermentasi 3 bulan.

"Setelah tiga bulan cairan Eco Enzyme sudah terbentuk dan berwarna pekat jika menggunakan molase atau berwarna kekuningan jika menggunakan gula merah," paparnya.

Eco Enzyme yang telah dilarutkan dalam air atau dicampur bahan lain dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sekaligus menjadi pestisida hayati, mengobati luka, sebagai disinfektan, bahan sabun maupun untuk merawat rumah seperti pembersih lantai, kaca maupun perabotan lainnya.

Pada kesempatan tersebut Akbar juga berharap agar Komunitas Eco Enzyme Nusantara dapat terbentuk di Tamiang Layang yang akan menjadi Komunitas Eco Enzyme Kalimantan Tengah.

Pengurus PKK yang hadir juga langsung dapat mempraktekkan pembuatan Eco Enzyme saat itu, bahkan di akhir acara seluruh peserta mendapatkan buah tangan satu botol Eco Enzyme. (BOLE MALO/B-7)