KOTA Palangka Raya berhasil menekan angka inflasi pada awal tahun 2016 ini. Jika sebelumnya secara berurutan dari November 2015 sebesar 0,85% dan Desember 2015 sebesar 0,88%, pada Januari 2016 ini terjadi inflasi tipis yakni hanya sebesar 0,17%.

Berbeda dengan kondisi inflasi di Kota Sampit yang tidak stabil. Pada November 2015, Sampit mengalami inflasi sebesar 0,51% kemudian melonjak menjadi 1,34% di Desember 2015. Pada bulan Januari tahun 2016 turun menjadi 0,70%.

Inflasi di Provinsi Kalteng yang didasarkan gabungan indikator dua kota itu, pada Januari ini mencatatkan angka inflasi sebesar 0,36%.

“Laju inflasi di Kota Palangka Raya tahun kalender 2016 sebesar 0,17% dan laju inflasi year on year (yoy) adalah 3,55%, sedangkan Kota Sampit terjadi inflasi sebesar 0,70% dengan laju inflasi tahun kalender 2016 sebesar 0,70% dan laju inflasi yoy mencapai 5,82%,” ungkap Kepala BPS Kalteng, Sukardi, Senin (01/2/2016).

Sukardi menyebutkan, pemicu inflasi di Palangka Raya adalah naiknya harga pada komoditas bahan bakar rumah tangga, bawang merah, tomat sayur, telur ayam ras dan tarif listrik.

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain daging ayam ras, bensin, kacang panjang, ketimun dan cabai rawit.

“Dari 82 kota yang menghitung indeks harga konsumen, tercatat 75 kota mengalami inflasi dan tujuh kota mengalami deflasi,” sebutnya. (RZ/B-12)