Laporan: URIUTU DJAPER (Barito Selatan)

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Barito Selatan (Barsel) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Dusun Selatan, Kalimantan Tengah, melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap warga eks anggota ormas terlarang Gerakan Fakar Nusantara (Gafatar) agar tgidak meresahkan masayrakat sdetempat. Mereka berdomisili di wilayah Desa Sababilah.

Kepala KUA Dusun Selatan, Agus Salim, mengatakan, dalam waktu dekat akan menurunkan beberapa orang penyuluh agama untuk memberikan pencerahan dan pembinaan kepada mereka. “Jumlahnya 14 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 42 orang. Mereka sangat kooperatif dan menghargai upaya sosialisasi yang datang,” katanya, di lokasi perkampungan eks Gafatar, Senin (1/2/2016) sore.
 
Mereka siap untuk dibina, baik keberadaannya sebagai warga maupun sebagai umat beragama yang telah terbawa sesat oleh ajaran nabi palsu Ahmad Musadeq, pendiri Gafatar. ''Mereka mengaku beragama Islam, makanya mereka harus menjadi Islam yang benar dan harus siap berbaur dengan masyarakat sekitar,” tutur Agus.

Pihaknya juga meminta untuk tiak melakukan kegiatan home schooling. Tetapi, harus menyekolahkan anak-anak mereka baik ke lembaga pendidikan umum negeri, swasta, maupun sekolah agama.

“Pada intinya mereka siap menerima semua konsekuensi terkait pembinaan yang dilakukan pihak berkompeten, asalkan tidak dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing,” kata Agus.

Di tempat yang sama, Wahyu Wibowo sebagai ketua eks Gafatar, mengatakan, mereka siap dibina dan kembali sebagai umat Muslim.
Pihaknya juga berjanji, akan bergaul dengan masyarakat setempat serta menyekolahkan anak-nanaknya ke sekolah umum baik negeri maupun swasta.

“Selain itu, kami meminta agar Kemenag maupun KUA memberikan siraman rohani minimal satu bulan sekali,” kata Wahyu. (B-1)