PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kota Palangka Raya dibekali ilmu meningkatkan pengetahuan tentang HIV dan AIDS sebagai edukasi untuk menghindari bahaya penularan HIV dan AIDS pada Instansi pemerintah.

Sosialisasi tersebut terselenggara atas kerja sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palangka Raya. Sosialisasi dan Edukasi HIV/AIDS ini mengangkat 'Jauhi Virusnya, Bukan Orangnya’.

Plt Kelapa Diskominfo Kota Palangka Raya, Fifi Arfina menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan edukasi agar semua ASN tidak masuk dalam lingkaran HIV dan AIDS.

“Melalui sosialisasi dan edukasi ini diharapkan setiap ASN memiliki pengetahuan minimal untuk menghindari pemicu penyebab terjadinya penyakit HIV dan AIDS,” katanya, Jumat 14 Oktober 2022.

Sementara itu pengelola program KPA Kota Palangka Raya, Mursalin menjelaskan beberapa hal mengenai HIV (Human Immunodeficiency Virus).

HIV kata dia, sebagai virus yang menyerang sel darah putih manusia mengakibatkan kekebalan tubuh manusia terganggu. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) merupakan manifestasi dari virus HIV yang masuk ke dalam tubuh. Rentang waktu dari HIV menjadi AIDS bisa mencapai 10 tahun.

“Pada awal virus masuk ke dalam tubuh, seseorang akan terlihat sehat, ini merupakan periode jendela dimana seseorang sudah terinfeksi virus HIV namun belum tampak gejala,” terangnya.

HIV menular melalui cairan tubuh (sperma dan air mani), darah, ibu ke anak, serta pemakaian jarum suntik bergantian. Upaya yang perlu dilakukan untuk mencegah HIV dan AIDS yaitu di antaranya tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah.

Kemudian setia kepada pasangan, menggunakan kondom saat berhubungan seksual pada pasangan yang berisiko, tidak mengonsumsi narkoba, serta memperoleh edukasi/pengetahuan mengenai HIV dan AIDS dari orang yang tepat.

--page

“HIV itu tidak mudah menular dan sebenarnya orang yang tertular disebabkan karena ketidaktahuan atau kurang mendapat edukasi mengenai HIV dan AIDS," ujarnya.

Untuk itu, dengan semakin banyaknya informasi yang disampaikan baik itu di instansi pemerintah dan masyarakat maka akan menurunkan stigma negatif dan diskriminasi kepada orang-orang yang terinfeksi, sehingga kehidupan mereka normal kembali tidak disingkirkan dan dikucilkan dari masyarakat. (HENDRI/B-6)