KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun - Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kurun dan Tewah Kabupaten Gunung Mas telah melakukan panen jagung hibrida di lahan seluas masing-masing 0,25 hektare.

"Untuk hasil panen kemarin secara keseluruhan masih dalam perhitungan namun jika dikonverensikan berat tongkol basahnya mencapai 8,7 ton per hektare," ujar Bupati Gunung Mas Jaya S Momong melalui Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gunung Mas Letus Guntur, Jumat 14 Oktober 2022.

Saat ini rencananya hasil panen jagung hibrida tersebut akan dijadikan  tepung yang nantinya digunakan sebagai pakan ternak.

"Biasanya ada pengepul yang akan mengambil jagung hibrida kita, namun karena harga sedang turun, saya minta jangan dijual dulu, ditahan saja untuk pakan ternak," terang Letus. 

Kadis Pertanian ini juga mengatakan, budidaya jagung hibrida ini menjadi salah satu program Bupati dan Wakil Bupati Gunung Mas yakni smart agro yang mana hal tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. 

"Jika hasil panen jagung hibrida bisa mencapai di atas 5 ton per hektare, masyarakat sudah bisa mendapatkan keuntungan," jelasnya. 

Letus menjelaskan saat ini masih ada kelompok tani yang tersebar di berbagai Kecamatan di Kabupaten Gunung Mas yang sudah menanam jagung hibrida dan ada pula yang masih mengolah tanah agar siap ditanam. 

--page

"Harapannya program smart agro dengan menanam jagung hibrida ini bisa berhasil dan bisa membantu perekonomian masyarakat, sehingga warga Gunung Mas bisa lebih sejahtera," tukas Letus. (RISKA YULYANA/B-6)