PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Umum HIMPI Kota Palangka Raya Shehab E. Ependi menuturkan, tata letak cafe di Kota Cantik sudah bagus, sedikit masukan saja mungkin untuk pemangku kebijakan/pemerintah kota supaya mengklasifikasikan mana kelompok cafe tertentu.

“Contoh cafe/warung makan berat di area yos sudarso ujung, ada lagi cafe portabel seperti dijalan Garuda yang merupakan, ex Katamso lebih di perhatikan lagi,”ungkapnya, Jumat, 14 Oktober 2022

Terlepas dari alasan pemerintah provinsi atau kota mengenai cafe di sekitaran istana gubernur yang dulunya sempat booming. Bagi anak muda  kota Palangka Raya.

“Saya rasa itu bisa diberikan izin kembali berjualan disitu, dengan dominasi anak muda kreatif dan inovatif,”tuturnya.

Hanya perlu dibuat aturannya lebih spesifik mengenai kendaraan roda empat dan dua tidak boleh melintasi jalur tersebut. jadi area jalan trotoar bisa dgunakan untuk berjualan, konsumen, komunitas anak muda berkreasi sprti skateboard/dancer/lain.

“Ini bisa menjadi area iconik Palangka Raya menurut saya. Kita ambil contoh seperti Jalan Malioboro, Yogyakarta,”timpalnya.

Lanjutnya, apalagi jika nanti bundaran besar selesai Renovasi, Shehab yakin Icon Bundaran dan Lapak Cafe Kreasi Jalan Katamso nanti akan menjadi ciri khas tersendiri bagi warga lokal maupun tamu luar daerah di kota Palangka Raya.

“Kami HIPMI Kota PalangkaRaya sudah audiensi sekaligus MOU dengan DPM-PTSP, kami berkomitmen untuk mensosialisasi dan membantu mempermudah akses prizinan seperti NIB, Ijin Reklame dan sebagainya bagi pelaku usaha utamanya yang muda,”tuturnya.

Sekarang sudah ada Mall pelayan terpadu di DPM PTSP mengenai prizinan, semuanya mudah bahkan bisa diurus sendiri lewat OSS RBA online, cuma kadang informasi ini banyak yang belum tau.

HIPMI sebagai entitas organisasi profesi untuk itu, selalu mencari peluang kolaborasi baik stakeholder terkait, maupun swasta, agar dapat membantu ‘mereka’ dalam mengembangkan usahanya sendiri seperti perizinan, permodalan dan pengembangan kreasi inovasi.
“kami akan bantu jika teman-teman mengalami kendala dalam proses izin cafe. Karena kami dan PTSP punya ruang khusus untuk diskusi ini,”tegasnya.

--page

Menurutnya, terobosan seperti cofeeshop, vibeshop, barbershop dan lainnya, anak muda Palangka Raya, tidak usah ditanya lagi, semua sudah hebat, buat tampilan cafe yang instagramble sampai menu makanan dengan variasi lebih banyak kreatif dan enak-enak.

“Kami HIPMI berharap menjadi organisasi yang bisa menjembatani pengusaha muda yang sudah berjalan apabila ada kendala kendala, di instansi pemerintahan, kedua kami berkomitmen meningkatkan minat para anak muda kota Palangka Raya untuk jadi pengusaha baru di kota ini,”bebernya.

Utamanya hilangkan stigma Kota Palangka Raya kota administratif. Harusnya dirubah menjadi Palangka Raya kota Pengusaha. Dalam upaya mendukung Wali kota Palangka Raya Fairid Nafarin, menuju SmartCity. (APRIANDO/B-6)