SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dampak pemadaman listrik selama 2 hari di Kabupaten Kotawaringin Timur ternyata tidak hanya merugikan masyarakat dan dunia usaha saja, namun juga fasilitas pemerintahan. 

Salah satu yang terdampak cukup besar yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Murjani Sampit karena, dalam 1 jam saja mereka harus menghabiskan 250 liter bahan bakar minyak (BBM). 

Hal tersebut dilakukan agar pelayanan kesehatan tetap berjalan, terutama sejumlah ruangan, seperti operasi dan lainnya. 

"RSUD dr Murjani Sampit harus menghabiskan 250 liter BBM, agar pelayanan bisa tetap berjalan dan pasien bisa dirawat dengan baik," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Jumat 14 Oktober 2022. 

Meskipun begitu Halikinnor memaklumi pemadaman listrik tersebut terjadi. Namun dirinya berharap bisa menjadi bahan evaluasi pihak PLN agar tidak terulang kembali hal serupa.

--page

Karena dampaknya sangat besar dirasakan masyarakat. Bukan hanya tidak dapatkan suplai listrik. Namun juga air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minun (PDAM), yang tidak dapat menyuplai. 

"PDAM juga tidak dapat beroperasi, akibatnya masyarakat juga kesulitan dapat air bersih," katanya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)