BORNEONEWS, Palangka Raya - Karena memiliki nilai ekonomi yang cukup menjanjikan, Anggota DPRD Kalteng, Sengkon meminta kepada masyarakat agar tak membuang minyak jelantah atau minyak limbah sisa penggorengan.
Dia mengatakan minyak jelantah ini nantinya bisa dijual kembali kepada pengepul dan bisa menjadi pendapatan tambahan bagi keluarga, sebab untuk saat ini pengepul minyak jelantah sudah tersebar di setiap wilayah yang ada di provinsi ini.
"Kalau dibuangkan sayang, justru itu bisa memberikan dampak negatif terhadap lingkungan. Lebih baik dikumpulkan dan dijual kembali sehingga bisa menambah penghasilan keluarga," ujarnya, Sabtu, 15 Oktober 2022.
Minyak jelantah ini nantinya akan diolah kembali menjadi berbagai macam produk seperti salah satunya biodiesel atau bahan bakar alternatif yang terbuat dari sumber terbarui seperti minyak sayur atau lemak hewan.
Oleh sebab itu minyak jelantah ini banyak dicari, maka dari itu ada baiknya masyarakat mengumpulkan dan menjualnya kembali. Memang, pada dasarnya harga dari minyak jelantah ini berkisaran Rp 2000 - Rp 4000 per liternya, namun hal itu cukup lumayan untuk penghasilan tambahan.
Selain menghasilkan tambahan penghasilan, hal ini juga untuk mendukung pemerintah dalam rangka mengembangkan minyak jelantah menjadi biodesel. Sebab, apabila semua asfek terpenuhi maka potensi itu dapat memenuhi 32 persen kebutuhan biodiesel nasional.
--page
"Masyarakat harus jeli dalam memanfaatkan potensi ekonomi terlebih itu didalam lingkungan keluarga. Bayangkan berapa banyak penggunaan minyak goreng keluarga saat ini, jika mampu dikumpulkan itu bisa mendukung pemerintah dan juga masyarakat mendapatkan dampaknya dari segi perekonomian," imbuhnya. (DONNY D/B-6)









