LAPORAN: RAFFIUDIN (Kotim)
PENYAKIT Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin menghawatirkan. Sebab, sepanjang Januari ini sudah ada 19 warga menderita penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti itu.“Januari, sudah ada 19 kasus DBD,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Faisal Novendra Cahyanto melalui Kepala Bidang pencegahan penyakit menular, Triyono, di kantornya, Selasa (2/2/2016).
Diungkapkan Triyono, ke-19 kasus DBD itu ditemukan di Desa Tinduk Kecamatan Baamang dan kelurahan lainnya, Mentawa Baru Ketapang, Desa Pelantaran Kecamatan Cempaga Hulu, Desa Karang Sari Kecamatan Parenggean, Desa Sungai Paring Kecamatan Cempaga.
Meski penyebaran DBD sudah sangat menghawatirkan, namun hingga saat ini belum sampai ada korban jiwa. Dinas Kesehatan terus melakukan langkah antisipasi agar penyakit tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.“Langkah antisipasi kami memutus mata rantai penularan DBD ini dengan rutin melakukan fogging focus, penyuluhan serta edaran kewaspadaan bahaya DBD ke masyarakat,” kata Triyono.
Dinas Kesehatan Kotim memprediksi pada Februari adalah puncak penyebaran DBD. Warga diimbau agar hati-hati serta menjaga pola hidup bersih dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Pemberantasan DBD tidak bisa jika hanya dilakukan petugas kesehatan dengan melakukan fogging focus dan himbauan semata. Perlu keterlibatan aktif masyarakat untuk membudayakan hidup bersih.
Upaya pencegahan ini dinilai sangat efektif dengan kondisi wilayah Kabupaten Kotim. Sebab, selama ini, persepsi masyarakat untuk pencegahan penyebaran penyakit DBD hanya fogging. Padahal fogging hanya mematikan nyamuk dewasa. Umumnya kasus kematian penderita DBD itu terjadi karena telat penanganan. "Mayoritas pasien DBD yang meninggal biasanya, saat dibawa ke rumah sakit, sudah dalam keadaan kritis." (FI/B-7)


