Gerhana matahari total yang diprediksi terjadi pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang menjadi ajang bagi daerah untuk mempromosikan diri, tak terkecuali Kota Palangka Raya.

Bahkan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparkeraf) telah menjadwalkan sejumlah acara yang dimulai sejak tanggal 6-9 Maret dengan tajuk Palangka Raya Eclipse Festival 2016. Rangkaian kegiatan tersebut rencananya dipusatkan di Stadion Sanaman Mantikei.

Kepala Disparekraf Palangka Raya Affendie mengungkapkan, pihaknya telah mengumpulkan seluruh manajer hotel dan pengusaha jasa travel untuk menyukseskan gelaran gerhana matahari total.

"Hanya Indonesia yang GMT-nya lintasi daratan. Sedangkan lainnya di lautan. Fenomena seperti ini 300 tahun baru ada lagi di Indosesia. Banyak warga asing datang, harus dimanfaatkan untuk maksimalkanpromosi pariwisata kita yang lainnnya," ungkap Afendie, Selasa (02/2/2016).

Ia menjelaskan, konsep bertajuk Palangka Raya Eclipse Festival 2016 ini dirancang sebagai suguhan bagi wisatawan. Pembukaan dijadwalkan pada hari Senin pukul 14.00 berupa fashion street dan karnaval.

Hari Selasa-nya, dihelat Rampai Nusantara oleh para sanggar. Mereka akan menampilkan tari tradisional. Sedangkan hari-H akan dilakukan ritual pada pagi hari pukul 05.00-06.00 WIB sebab GMT diprediksi berlangsung pukul 06.20 WIB dilanjutkan kuliner dan tarian kolosal.

"Namun rencana ini akan diskusikan lagi dengan walikota dan wakilnya. Acara konsolidasi berbagai stakeholder pariwisata hari ini untuk meminta masukan dari mereka," cetus Affendie.

Selain di Sanaman Mantikei, ada lima spot kunjungan yang masuk paket promosi gerhana matahaari total. Lima titik itu adalah Tugu Sukarno, Jembatan Kahayan, Sirkuit Sabaru, Desa Wisata Sei Gohong dan Bukit Tangkiling. (RZ/B-12)