LAPORAN: RADEN ARIYO (Kobar)

KASUS dicoretnya dua Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), yakni Nia Virawati dan Samsul Bahri oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) terus berlanjut. DPRD bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kobar pada Senin (1/2) ke Jakarta untuk meminta Kemenpan-RB mempertimbangkan kembali atau mengevaluasi keputusan pencoretan tersebut.

Ketua DPRD Kobar, Triyanto menuturkan, tim mempertanyakan kepada pihak Kemenpan RB terkait keputusan pencoretan Nia dan Samsul dari daftar CPNS yang diterima di Kobar.

"Memang tidak bertemu dengan Menpan-RB. Kita hanya bertemu dengan salah satu stafnya. Tapi argumentasi-argumentasi yang kita sampaikan diterima secara positif oleh stafnya. Tujuan kita adalah agar NIP untuk dua CPNS itu bisa keluar," ujar Triyanto, Selasa (2/2).

Argumentasi yang disampaikan, lanjut Triyanto, bukan hanya bardasar atas keberatan dari Nia dan Samsul belaka. Namun juga atas hasil konsultasi BKD Kobar dengan pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN). BKN tidak melihat adanya persoalan atas lolosnya dua CPNS lienar.


"Itu berdasarkan balasan dari BKN. Tes CPNS-nya adalah BKN, tapi NIP-nya yang mengeluarkan adalah Menpan-RB. Kita datang ke Kemenpan-RB ini agar dua CPNS yang dicoret itu tidak perlu ke jalur hukum. Memang itu haknya mereka (dua CPNS), karena mereka sudah terlanjur keluar dari pekerjaannya yang sebelumnya saat diterima jadi CPNS. Tapi bagaimanapun kalau ke jalur hukum, yang dituntut itu adalah pemerintah."
Sebelumnya, dua CPNS Kobar yakni Nia Virawati dan Samsul Bahri sangat menyesalkan keputusan Kemenpan-RB. Pasalnya, kementerian yang dipimpin Yuddy Chrisnandi tersebut mencoret mereka dari daftar CPNS yang diterima di Kobar.
Dari 92 CPNS yang diterima pada rekrutmen CPNS Kobar tahun 2014 lalu, hanya 88 orang yang sudah mendapatkan SK, NIP dan bertugas di dinas sesuai dengan formasi yang diambil. Kemudian dua orang lagi menyusul yakni Isromiati dan Imam Wahyudi, setelah berkas mereka dievaluasi oleh Kemenpan RB. Sedangkan dua lainnya yakni Nia Virawati dan Samsul Bahri belum jelas. (RD/B-7)