PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga gas LPG 3 Kilogram di Palangka Raya masih tinggi, hal ini menjadi keluhan masyarakat karena seharusnya gas bersubsidi itu bisa didapatkan sesuai harga eceran tertinggi atau HET Rp22 ribu.

Menindaklanjuti persoalan tersebut, pihak Kecamatan Pahandut memanggil semua pengelola pangkalan LPG yang ada di wilayahnya. Pertemuan dilaksanakan di kantor kecamatan setempat, Senin, 17 Oktober 2022.

"Di wilayah pahandut ini ada 117 pangkalan dan yang hadir hari ini lebih dari 60 persen. Pertemuan ini untuk menyamakan persepsi terkait mahal dan langkanya LPG," kata Camat Pahandut, Berlianto.

Dia menjelaskan, pertemuan ini juga sebagai tindak lanjut arahan Wali Kota yang sebelumnya sudah bertemu dengan Agen dan Pertamina. Sehingga semua kecamatan mengadakan pertemuan sesuai wilayah masing-masing.

"Nanti setiap pangkalan wajib menyediakan KTP dan KK dan pada saat penyaluran kita dari kecamatan maupun kelurahan akan turun ke lokasi memastikan distribusinya tepat sasaran," ujarnya.

--page

Berdasarkan informasi yang diperoleh dalam pertemuan itu, harga gas 3 kilogram tidak mengalami kenaikan. Tingginya harga justru terjadi di tingkat pengecer yang sebenarnya tidak diperbolehkan secara regulasi.

"Gas bersubsidi ini tidak boleh diperjualbelikan lagi. Jadi dari pertamina ke agen lalu ke pangkalan. Sampai di pangkalan seharusnya langsung ke warga, tidak boleh ada di warung. Begitu aturan mainnya sesuai hukum yang berlaku," ungkapnya.

Sementara terkait dari mana warung-warung mendapatkan suplai gas tersebut, Berlianto mengaku masih akan menyelidiki pihak mana yang bermain. Jika masih ada yang menjual di warung maka akan ditelusuri sumbernya dari pangkalan atau agen yang menjual. (HENDRI/B-5)