PENGUNJUNG Pantai Sungai Bakau, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah mengeluhkan kondisi objek wisata tersebut yang minim fasilitas, serta tidak didukung pengelolaan dan tatanan yang baik.
Salah satu pengunjung, Lisa (29) di lokasi objek wisata Pantai Sungai Bakau Kecamatan Seruyan Hilir Timur, merasa tidak nyaman saat berkunjung ke pantai itu.
“Sampah yang berserakan di mana-mana sudah merusak pemandangan yang indah menjadi tak sedap dipandang mata,” katanya, Selasa (2/2/2016).
Ibu dua anak asal Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur yang sudah beberapa kali berkunjung ke Pantai Sungai Bakau merasa tidak betah, karena minim fasilitas penunjang yang memadai.
“Seperti WC umum yang letaknya jauh, wahana permainan juga tidak ada. Padahal Pantai Sungai Bakau sudah dikenal luas dan banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah di Kalteng,” katanya.
Ia berharap, pemerintah setempat dapat memperhatikan, mengelola dan menata Pantai Sungai Bakau menjadi lebih baik, agar yang datang berkunjung tidak merasa kecewa. “Pantai Sungai Bakau mempunyai banyak keunggulan, tanaman rindang yang banyak tumbuh di sekitar pantai menjadikan suasana teduh dan berbeda jika dibandingkan dengan pantai-pantai di sekitarnya,” katanya.
Pantauan di lokasi wisata yang berjarak kurang lebih 15 kilometer dari Kota Kuala Pembuang, berbagai jenis sampah yang berasal dari pengunjung dan limbah rumah tangga masyarakat terlihat berserakan di jalan dan kawasan pantai.
Selain itu, fasilitas penunjang yang dibangun pemerintah seperti beberapa pondok kecil bagi pengunjung yang ingin menginap tampak lapuk dan tidak terawat sehingga menimbulkan kesan bahwa Pantai Sungai Bakau memang belum terkelola dan tertata dengan baik.
(Ant/B-2)


