PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai upaya percepatan penanganan banjir yang semakin meluas, maka Pemkab Kotawaringin Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar Syahruni mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama stackholder terkait yang dipimpin Pj Bupati Kobar Anang Dirjo, status tanggap darurat bencana banjir akan berlangsung sampai tanggal 19 Oktober 2022.

"Melihat kondisi saat ini, Pemkab Kobar memperpanjang status tanggap darurat bencana banjir yang awalnya selama 14 hari yaitu sejak ditetapkan pada 4 - 17 Oktober 2022, diperpanjang sampai 19 Oktober. Hal ini tentu untuk percepatan penanganan banjir di Kobar," kata Syahruni, Senin, 17 Oktober 2022.

Syahruni mengungkapkan, bahwa banjir saat ini merupakan yang terluas dibandingkan dengan sebelumnya. Pasalnya, jalan protokol dalam kota yang biasanya tidak tergenang banjir, beberapa hari ini tergenang banjir.

"Cakupan banjir saat ini cukup luas, bahkan rumah saya yang Kelurahan Mendawai, biasanya tidak terdampak banjir kini terkena juga," ungkapnya.

Beberapa wilayah yang terdampak banjir diantaranya yaitu di wilayah Kecamatan Arut Utara, Kecamatan Arut Selatan dan Kotawaringin Lama.

--page

Melihat kondisi cuaca saat ini potensi hujan masih tinggi. Maka masyarakat yang tinggal di tempat rawan banjir harap waspada, dan jika memang sudah tidak memungkinkan agar segera mengungsi.

"Tetap waspada, karena debit air ini terus alami kenaikan sebab dihulu sungai juga alami banjir. Sehingga yang dihilir harus waspada," ungkapnya. (DANANG/B-11)