BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Kabupaten Kotawaringin Timur saat ini terus meluas. Bahkan sudah mencapai Desa Palangan, Kecamatan Kota Besi.
Setidaknya ada 105 rumah yang terendam, dengan jumlah 266 kepala keluarga (KK) dan 925 jiwa terdampak musibah tersebut. Sehingga, beberapa warga harus diungsikan dari rumahnya.
"Khusus masyarakat lanjut usia, anak kecil, dan orang sakit kami evakuasi ke balai desa, gedung Taman Kanak-Kanak (TK), dan rumah-rumah warga yang berada di dataran tinggi," ujar Kepala Desa Palangan Anastasius Delik.
Saat ini pihaknya sudah meminta bantuan kepada tenaga kesehatan di desa, guna memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak, terutama bagi yang diserang penyakit gatal-gatal, dan lainnya.
"Kami juga sudah meminta bantuan dari perusahaan perkebunan kelapa sawit di desa ini, guna membantu warga, khususnya dalam hal penanganan kesehatan warga yang sakit," kata Delik.
Ketinggian banjir yang merendam desa tersebut saat ini berkisar 1 hingga 1,5 meter. Dan musibah itu juga merupakan yang kedua kalinya dalam dua bulan terakhir.
"Tadi malam hujan dan ini juga sudah mendung. Kami terus mengimbau masyarakat untuk waspada karena dikhawatirkan banjir berpotensi lebih parah. Makanya kami sudah menyiapkan posko bagi yang mengungsi," terang Delik.
Sementara, Kepala Pelaksana BPBD Kotim Rihel mengatakan, curah hujan masih tinggi sehingga rawan memicu banjir kembali meningkat. Untuk itu koordinasi terus ditingkatkan dengan seluruh instansi terkait.
--page
"Kami meminta dukungan seluruh Kepala desa untuk menginformasikan perkembangan kondisi banjir dari waktu ke waktu. Informasi diharapkan tidak hanya saat terjadi banjir, tetapi juga ketika kondisi banjir berangsur surut, hingga kondisi benar-benar normal dan masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar," pinta Rihel. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)









