BERDASARKAN hasil kunjungan kerja anggota DPRD Kabupaten Sukamara Hadi Rahman ke Kecamatan Pantai Lunci dan Jelai pada masa reses beberapa waktu lalu, diketahui bahwa banyak masyarakat di dua kecamatan itu kecewa dengan proyek infrastruktur jalan yang dikerjakan rekanan.
Kekecewaan muncul lantaran kontraktor pelaksana dinilai tidak menggarap proyek dengan baik. Buktinya, beberapa ruas jalan sudah rusak dan berlubang hanya beberapa bulan setelah proyek rampung dikerjakan.
“Seluruh komponen masyarakat (Kecamatan Jelai dan Pantai Lunci) mengharapkan agar ke depan kualitas pekerjaan yang berupa fisik supaya lebih ditingkatkan,” ungkap wakil rakyat dari daerah pemilihan III ini saat ditemui Borneonews, Selasa (2/2/2016).
Hadi melanjutkan, pengerjaan proyek fisik yang kualitasnya tidak memuaskan, tentulah sangat disayangkan. Sebab anggaran atau dana yang dikeluarkan tidak sedikit.
Ke depannya, persoalan seperti itu harus diperhatikan supaya anggaran yang dikeluarkan pemerintah digunakan sesuai asas kemanfaatan.
Sementara itu, Kacon, warga Kecamatan Jelai yang sering pulang-pergi ke Kota Sukamara, mengamini bahwa kondisi jalan yang dilaluinya mulai rusak dan berlubang. Kerusakan semakin hari kian parah. Apalagi saat musim penghujan seperti sekarang ini.
“Jalan sekarang susah dilalui, ditambah musim penghujan tambah rusak” ucap Kacon.
Ia mengaku kecewa dengan pembangunan jalan yang ada saat ini. Pasalnya, selain pengerjaan terbilang lambat, hasilnya pun tidak maksimal.
Karena itu, ia berharap ke depan Pemkab Sukamara bisa memaksimalkan pengerjaan seluruh proyek fisik. Mengingat anggaran yang dikeluarkan sangat besar.
Selain itu, keberadaan jalan yang berkualitas sangat diperlukan masyarakat. Baik jalan yang ada di dalam kawasan desa maupun arah luar kecamatan.
“Untuk jalan dari Pantai Lunci ke Sukamara sudah baik meskipun saat ini masih ada yang belum diaspal. Tetapi untuk jalan Jelai ke Lunci masih susah,” ujar Kacon. (MG13/B-3)


