BORNEONEWS, Palangka Raya - Penyebab inflasi yang sering terjadi yaitu akibat naiknya harga komoditas pangan di pasaran, oleh karenanya Anggota DPRD Kalteng, Bryan Iskandar mengingatkan pemda supaya dapat terus menjaga stabilitas harga pangan di Kalteng ini.
Menurut Bryan, persoalan inflasi harus mendapat perhatian serius dari pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Kalteng, sebab hal ini otomatis akan mengakibatkan dampak negatif terhadap semua lini termasuk kesejahteraan masyarakat.
"Stabilitas harga pangan harus dapat dijaga, karena harga-harga pangan yang melonjak naik mengakibatkan terjadinya inflasi. Ini penting untuk diperhatikan," kata Bryan, Rabu, 19 Oktiber 2022.
Bryan menyebut untuk menjaga stabilitas harga pangan agar tidak terjadi kenaikan salah satu yang paling penting yaitu pemerataan distribusi barang. Jangan sampai distribusi menjadi terganggu atau terhambat sehingga bisa mengakibatkan kelangkaan.
"Selain akibat kenaikan BBM atau semacamnya, kelangkaan juga bisa mengakibatkan naiknya harga pangan dipasaran. Jadi penting juga untuk memantau pemerataan distribusi barang," tuturnya.
--page
Efek inflasi memiliki dampak yang begitu luas termasuk terhadap pertumbuhan ekonomi daerah juga mengakibatkan tingkat kemiskinan meningkat juga pengangguran. Oleh karena itu, persoalan ini harus benar-benar bisa menjadi fokus perhatian.
Di sisi lain, ia pun turut mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Pemprov Kalteng dalam rangka menangani inflasi khususnya di Kalteng selama ini dengan menggelar pasar penyeimbang atau pasar murah di setiap daerah dan diharapkan hal itu bisa mengurangi terjadinya inflasi.
"Yang kita tunggu saat ini yaitu langkah-langkah lain yang dilakukan pemerintah untuk menangani inflasi ini seperti apa kedepan. Tentu harapan kita pemerintah tetap bisa menjaga pemerataan distribusi pangan agar stabilitas harga dapat tetap terjaga," tukasnya. (DONNY D/B-5)









