BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau Hendra Lesmana melaporkan kondisi terkini bencana banjir di Kabupaten Lamandau kepada Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo melalui video conference yang diikuti oleh Bupati/Walikota se-Kalteng.
Pada laporannya, Bupati Hendra mengatakan, Pemkab Lamandau telah menetapkan tanggap darurat per 11 oktober 2022, dengan jumlah 3.238 kepala keluarga (KK) dan 9740 jiwa yang terdampak banjir.
"Kami telah menyediakan tenda penampungan, serta untuk kondisi jalan lintas provinsi sudah bisa dilalui kembali," ujar Bupati Hendra di Nanga Bulik, Rabu, 19 Oktober 2022.
Sebelumnya, jalur antar provinsi Kalteng-Kalbar sempat terputus karena tergenang air luapan Sungai Delang. Bahkan, jalan Trans Kalimantan yang ada di Desa Lopus, Kecamatan Delang tertimbun tanah longsor.
Sementara, Wagub Kalteng Edy Pratowo menyampaikan, pohaknya telah menyediakan 40 ribu paket sembako yang akan disalurkan ke Kabupaten/Kota terdampak banjir, serta dengan melibatkan TNI-Polri yang menyediakan fasilitas dapur umum.
Wagub juga mengimbau bahwa dengan menghadapi musim penghujan saat ini, pihaknya akan terus melakukan koordinasi ke Pemkab/Pemkot dalam mengatasi situasi banjir di Kalteng dan juga meng-update laporan terakhir di daerah masing-masing.
Diketahui, dari masing-masing Kabupaten/Kota terdampak banjir yaitu di wilayah Katingan sebanyak 4 kecamatan, Kotim 4 kecamatan, Pulpis 1 kecamatan, Lamandau 7 kecamatan, Seruyan 9 kecamatan, Sukamara 2 kecamatan, Kobar 3 kecamatan, Palangkaraya 4 kecamatan dan Barut sebanyak 1 kecamatan.
--page
"Untuk wilayah yang ditetapkan statusnya tanggap darurat sudah ada 5 Kabupaten. Diantaranya Katingan, Lamandau, Sukamara, Kobar dan Kotim," tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-5)









