BORNEONEWS, Nanga Bulik - Atlet berkebutuhan khusus (difabel) Fitriansyah kembali membawa harum nama Kabupaten Lamandau. Pemuda kebanggaan Lamandau ini sedang berjuang untuk meraih tiket Paralympic Tokyo 2022.
Pelatih Fitriansyah, Sapriatno menjelaskan, saat ini, dia telah bergabung di Pelatnas Paralympic Tokyo 2022 di Solo, Jawa Tengah dan berangkat ke Republik Ceko untuk mengikuti World Rangking Event 2022, European Qualifying Tournament and Para Games Final Qualifying Tournament.
“Turnamen ini untuk memperebutkan Final Tiket Paralympic Tokyo 2022. Mohon dukungan doanya,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 19 Oktober 2022.
Sapriatno mengaku bangga karena atlet yang ia latih selama ini mewakili Indonesia untuk berjuang merebut tiket Paralympic dan berharap bisa meraih tiket sehingga tampil di Paralympic Games Tokyo.
Diketahui, atlet penyandang disabilitas, Fitriansyah (30) yang juga dijuluki Hawk Eye Bumi Bahaum Bakuba itu sudah cukup sering membawa pulang medali dari berbagai turnamen.
--page
Paralimpyc atau paralimpiade merupakan olahraga untuk atlet difabel yang telah dilaksanakan selama lebih dari 100 tahun. Dilansir dari paralympic.org, klub olahraga pertama untuk tuna rungu sudah ada pada tahun 1888 di Berlin.
Pada 1944, atas permintaan Pemerintah Inggris, Dr Ludwig Guttmann membuka pusat cedera tulang belakang di Rumah Sakit Stoke Mandeville di Inggris Raya, dan seiring waktu, olahraga rehabilitasi berkembang menjadi olahraga rekreasi dan kemudian menjadi olahraga kompetitif.
“Ajang ini merupakan olimpiade yang diikuti atlet difabel di seluruh dunia,” tandasnya. (HENDI NURFALAH/B-7)









