PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pasca karamnya KM Satya Kencana III di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, maka KSOP Kelas IV Kumai telah membuat laporan dan menyampaikannya ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan selanjutnya untuk ditindaklanjuti.

Kepala KSOP Kelas IV Kumai Hary Suryanto mengaku belum bisa memastikan kapan proses evakuasi. Saat ini masih menunggu infromasi dari Kementerian Perhubungan pusat. Dan direncanakan juga pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga akan tiba untuk melakukan investigasi.

"Kami sudah lapor ke kantor pusat, jadi kami menunggu informasi dari pusat. Kemungkinan KNKT akan datang untuk melakukan investigasi, tetapi kita lihat nanti situasinya," kata Hary Suryanto, Rabu, 19 Oktober 2022.

Saat ini Tim Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) KSOP Kelas IV Kumai berupaya mengantisipasi pencemaran sungai, dari tumpahan minyak atas insiden karamnya Kapal KM Satya Kencana III, dengan memasang Oil Boom.

Pasalnya, tampak minyak muncul di permukaan air pada sekitar tenggelamnya Kapal KM Satya Kencana III.

Hary menyampaika, jika minyak dari kendaraan yang ikut tenggelam bersama kapal mulai keluar, sehingga pihaknya berupaya melakukan antisipasi.

--page

"Tumpahan minyak telah di lokalisir oleh Oil Boom disekitar kapal, kemudian akan di semprotkan zat kimia atau Dispersan, terbuat dari surfaktan (zat aktif permukaan) yang dilarutkan dalam pelarut ditambah stabilisator dan pengawet," ungkapnya. (DANANG/B-6)