PEMADAMAN listrik yang sering terjadi akhir-akhir ini menimbulkan efek domino. Salah satunya berimbas pada suplai air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Arut Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar), kepada pelanggannya.


Direktur PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah, mengungkapkan,  pemadaman listrik acap kali mendadak dan di luar jadwal yang diterimanya dari PT PLN. Akibat pemadaman yang tidak terantisipasi, sebuah mesin pompa air PDAM sempat mengalami kerusakan.


“Kita memang mendapatkan jadwal pemadaman bergilir. Namun, seringkali pemadaman yang terjadi tidak sesuai dengan yang tertulis di jadwal tersebut,” jelas Sapriansyah, Selasa (2/2/2016).


Karena belum memiliki genset, pompa untuk menyuplai air pun terhenti saat listrik PLN mati. Akibatnya, pelanggan PDAM di Pangkalan Bun dan Kecamatan Kumai setiap hari banyak menyampaikan keluhan karena tak terlayani dengan baik.


“Kami dapat informasi pemadaman listrik akan berlanjut hingga akhir Februari ini. Masalah terhentinya penyaluran air juga akan bertambah panjang.

Kami telah mengirimkan surat kepada Bupati Kobar agar pengadaan mesin genset bisa dimasukkan dalam anggaran perubahan,” tutur Sapriansyah.


Sedangkan untuk unit pengolahan air PDAM yang melayani pelangngan di daerah Desa Kumpai Batu, lalu Kecamatan Pangkalan Banteng dan Kecamatan Kotawaringin Lama, walaupun terjadi pemadaman listrik, masih bisa beroperasi.

“Karena saat unit tersebut dibangun, kita mengandalkan suplai listrik 100% menggunakan genset,” ungkap Sapriyansyah.
(YD/ADV/B-1)