CAMAT Banama Tingang Sem H Bodoi mengaku tidak akan menerima bantuan untuk korban banjir dari SKPD jika jumlahnya dibatasi untuk beberapa orang saja, karena akan menimbulkan masalah.
“Biasanya sebagian wilayah Banama Tingang pada Desember sudah banjir, tapi keadaan alam sekarang berkata lain. Pada Desember 2015 justru sedang surut,” katanya.
Dia memprediksi pada Februari ini kondisi air akan meluap.
Ada 10 desa di Banama Tingang rawan banjir musiman.
Dia berharap kepada Pemkab Pulang Pisau agar dalam memberikan bantuan dilakukan secara merata kepada warga, karena selama ini bantuan tidak merata.
Selaku camat, dia tidak akan menerima bantuan bencana jika yang menerima hanya untuk beberapa warga saja.
Sem mengaku sudah bertemu dengan kepala desa untuk menerima saran dan masukannya mengenai kebijakan untuk mengantisipasi dan penanganan banjir.
“Kalau misalnya memberikan bantuan hanya 15 paket untuk satu desa itu malah menambah konflik dan saya dari tahun kemarin sudah menolak itu, karena lebih baik tidak menerima dan warga sepakat,” ujarnya.
Dia menilai dengan adanya bantuan yang sangat sedikit itu hanya akan memunculkan kecurigaan warga.
“Mungkin camat atau kepala desa mendapat tudingan bermacam-macam dari warga. Harapan kita kalau ada dananya supaya saat memberikan bantuan silahkan per KK dan kalau dibatasi lebih baik tidak usah diberikan.” (DY/B-6)


