SEKRETARIS Camat Selat, Budi menyambut baik Program Neighborhood Upgrading and Shelter Project Phase (NUSPP) dari Direktorat Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum yang akan dilaksanakan di wilayahnya tahun ini.
Program untuk menata lingkungan kumuh kawasan perkotaan ini dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan program ini nantinya pembangunan jalan, sanitasi, dan lainnya lebih cepat tuntas. Sebab tahun ini setiap kelurahan akan dibantu Rp1 miliar.
“Kami apresiasi program ini. Harapannya semua kelurahan dan masyarakat aktif berpartisipasi karena kegiatannya dilaksanakan secara keswadayaaan, sehingga banyak melibatkan masyarakat,” kata Budi, Selasa (2/2/2016).
Di Kecamatan Selat ada 8 kelurahan dan 2 desa yang statusnya kumuh.
Saat ini setiap kelurahan telah membentuk Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), karena nantinya BKM yang akan melaksanakan proyeknya.
“Kalau kegiatan bersifat swadaya, maka ada kewajiban masyarakat, misalnya ada kebutuhan untuk program sanitasi, maka mereka harus menyiapkan tanah untuk membuat WC komunal, maka masyarakat juga harus membantu untuk menghibahkan tanahnya,” harapnya.
Kabid Cipta Karya Dinas PU Kapuas, Maria Suzana sebelumnya mengatakan penanganan permukiman kumuh perkotaan dilaksanakan dengan dua sistem. Yakni sistem kontraktual dan melalui BKM.
“Yang bersifat kswadayaan akan dikelola BKM dan non BLM kegiatannya berskala besar,” jelasnya.
Ditambahkan, keberadaan permukiman kumuh ada di tepian Sungai Kapuas. Di mana banyak rumah masyarakat yang perlu ditata.
Pada 2015 setipa kelurahan menerima dana Rp500 juta dari NUSPP, tapi tahun ini menjadi Rp1 miliar.
“Tahun kemarin kita ada dua kelurahan yang diusulkan dan tahun ini dananya lebih besar lagi.” (B-6)


