BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai sebuah perusahaan besar swasta yang menjalankan aktivitasnya di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), PT. Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Tbk - Citra Borneo Indah (CBI) Group berupaya untuk selalu tanggap dan sigap dalam menyikapi setiap permasalahan yang dialami oleh warga sekitar.
Karena itulah perusahaan milik Pengusaha Nasional asal Kobar, H. Abdul Rasyid AS ini, Kamis pagi, 20 Oktober 2022. kembali menyalurkan bantuan bahan pokok yang bakal digunakan untuk memasak makanan siap saji di dapur umum oleh TNI/Polri yang bakal didistribusikan pada masyarakat yang saat ini mengalami musibah banjir.
Bantuan berupa beras seberat 875 kg, minyak goreng 250 liter, mie instan 3.000 pcs sarden siap saji 800 kaleng dan telur ayam 1.500 butir ini diserahkan aecara langsung oleh CEO PT. SSMS, Tbk Nasarudin Bin Nasir, Chief Operating Officer (COO) PT. SSMS, Tbk Syafril Harahap, Head of Supply Chain Management Ernis Desidistrisna, Head of HRD GA Hendri Ratoe Bachtiar dan Departement Head CSR Mahesha Lugiana pada Kapolres Kobar AKBP Bayu Wicaksono yang markasnya menjadi tempat operasional pelayanan dapur umum gabungan TNI/Polri.
Mewakili pimpinan, Departemen Head CSR PT. SSMS, Tbk Mahesha Lugiana menjelaskan bantuan serupa sebenarnya sejak beberapa waktu lalu sudah diserahkan pada warga yang terdampak musibah banjir, baik didalam maupun luar kota Pangkalan Bun.
"Karena hari ini dapur umum TNI/Polri mulai dioperasikan di lapangan bola voli Polres Kobar guna menyiapkan makanan siap santap bagi warga korban banjir, maka kami tentunya sudah selayaknya tidak ketinggalan untuk berpartisipasi guna mendukung langkah tersebut," jelas Mahesha Lugiana.
--page
Menurut Mahesha Lugiana, seperri yang disampaikan oleh CEO PT. SSMS, Tbk bahan pokok yang diserahkan hari ini bisa dikatakan merupakan bantuan awal untuk menunjang operasional dapur umum tersebut.
"Tidak menutup kemungkinan kedepan bila ada yang dibutuhkan, kami akan kembali lagi menyerahkan bantuan sesuai kebutuhan dan kondisi yang ada di lapangan," jelas Mahesha Lugiana. (WAHYU KRIDA/B-5)









