BUPATI Barito Selatan,­ Farid Yusran meng­ha­rapkan tahun ini daerahnya harus bebas dari kasus anak kurang gi­zi atau gizi buruk.


“Tahun lalu saya dapat la­poran dari masyarakat jika ma­sih ada anak yang meng­ala­mi kurang gizi. Makanya tahun ini tidak boleh lagi ada anak yang kurang gizi,” pe­san bupati seusai melantik­ pejabat eselon, Selasa (2/2/2016).


“Jangan sampai ada anak yang menderita kurang gizi. Sa­ya tidak mau kasus itu ter­ulang lagi seperti tahun lalu,” imbuhnya.


Untuk itu dia memerintah­kan kepada dinas teknis, khususnya dinas kesehatan segera me­lakukan langkah dan upaya untuk menanggula­ngi­nya.


Misalnya melalui pengawasan oleh dinas kesehatan. Bupati menyebut kebanyakan­ anak yang mengalami gizi buruk karena kondisi ekono­mi keluarga.


“Saya tegaskan jika ada kejadian seperti itu orangtua­nya tidak mengantar untuk berobat, saya perintah jem­put­ anaknya dibawa un­tuk­ berobat secara gratis,” tegas­nya.


Kepala Dinas Kesehatan Bar­sel, Daryomo Sukiastono me­ngaku sudah menyiapkan pro­gram penanggulangan anak kurang gizi.


Tahun ini dia lebih mengintensifkan pengawasan dan sosialisasi kepada masyarakat­ serta akan koordinasi dengan camat, lurah, dan kepala desa.


“Kita juga minta mereka melaporkan kepada kita jika menemukan anak yang meng­alami gizi buruk, sehingga kita cepat menanganinya,” ucapnya.


Selain itu dinas kesehatan juga akan melakukan pence­gah­an gizi buruk melalui pem­berdayaan masyarakat dengan mengaktifkan pos­yan­du.


“Petugas posyandu nanti­nya­ dengan terus melakukan berbagai kegiatan secara ru­tin seperti memberikan vita­min agar ibu hamil dan balita sehat,” jelasnya.


Pihaknya juga menempat­kan­ bidan disejumlah desa yang mengalami kekosongan tenaga medis untuk mengata­si warga yang mengalami gizi buruk.


“Karena bidan merupakan­ ujung tombak untuk melakukan pemeriksaan dan pemantauan terhadap kondisi kese­hatan ibu hamil dan balita,” ucapnya.


Dengan begitu salah satu upa­ya untuk mencegah kasus gizi buruk maupun kematian ibu saat melahirkan bisa di­mi­nimalisasi. (B-6)