GELANDANG Surabaya Uni­ted yang juga mantan kapten Tim­nas Indonesia U-19 Evan Di­mas akhirnya bertolak ke Spa­nyol dari Jakarta, Selasa (2/2/2016) malam.


Evan Dimas terbang ke ‘Ne­geri Matador’ dengan di­temani sahabat karibnya se­jak kecil, Fuguh Pangestu Dian­syah Alam.


Sebelum take off, pada siang harinya Evan Dimas be­ser­ta keluarga menyempatkan bertemu Menpora Imam Nah­rawi. Tujuan mere­ka me­mohon restu.
Kedatangan Evan Dimas dan keluarga pun disambut hangat politikus Partai Ke­bangkitan Bangka (PKB) ter­sebut.


“Siang hari ini saya men­da­patkan kehormatan sekali­gus kejutan luar biasa dari pe­main sepak bola harapan ma­sa depan Indonesia. Kita doa­kan keberangkatan Evan Di­mas bisa meraih sukses di Spanyol dan memberi mo­tivasi bagi pemain sepak bo­la lainnya,” tutur Menpora saat menggelar jumpa pers ber­sama Evan Dimas.


Menpora pun berpesan agar Evan Dimas berlatih de­ngan keras di Spanyol, tidak ha­nya kemampuan teknik, ta­pi juga mental. Ia berharap, Evan bisa menjadi kebanggaan Indonesia.


Sebelum resmi melepas ge­lan­­dang berbakat Indonesia itu, Menpora memberikan sa­rung berwarna hijau tua se­bagai bekal. Menpora menye­but sarung itu sebagai simbol agar Evan Dimas selalu ingat ke­pada Tuhan.


“Evan sudah besar, sudah bi­sa mencari uang sendiri. Ja­di saya hanya bisa memberikan kain sarung agar Evan ti­dak lupa sama Tuhan,” ujar Imam Nahrawi.


Pria asal Madura itu juga ber­harap agar Evan tetap mem­pertahankan selebrasi sujud syukur yang sering ia lakukan.


Sementara itu, Evan Dimas mengucapkan terima kasih ke­pada Menpora karena te­lah meluangkan waktu un­tuk bertemu dirinya dan ke­luarga. “Saya juga berterima kasih kepada ibu saya yang telah mendoakan saya sehingga bisa seperti ini. Se­mo­ga saya bisa membawa nama harum Indonesia di sana.” (Berbagaisumber/B-3)