BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Iskandar, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat memprediksi intensitas curah hujan sedang hingga lebat, akan terjadi pada Oktober hingga November.
Kepala Stasiun Meteorologi kelas III Iskandar Pangkalan Bun, Aqil Ihsan mengatakan berdasarkan prakiraan cuaca, potensi curah hujan paling tinggi diprediksi di November.
"Mengingat saat ini masih musim hujan dan masih berpotensi banjir, dan puncak musim hujan itu pada November dan juga Desember, untuk wilayah Kotawaringin Barat dan daerah sekitar seperti Kabupaten Sukamara dan Lamandau," ujarnya, Kamis, 20 Oktober 2022.
Sementara itu perihal cuaca ekstrim yang terjadi di Kotawaringin Barat, ia menjelaskan bahwa di wilayah ini masih berpotensi terjadi cuaca ekstrem hingga satu pekan ke depan. Hal tersebut dikarenakan kondisi atmosfer di wilayah Indonesia masih cukup kompleks dan dinamis.
"Cuaca ekstrem yang terjadi ini dipengaruhi oleh fenomena atmosfer global, regional maupun lokal," tuturnya.
Iya pun menginginkan masyarakat agar selalu waspada dengan kondisi cuaca ekstrim yang terjadi saat ini, karena selain hujan dengan curah yang tinggi, juga disetai kilat dan angin kencang. "Hal seperti ini kemungkinan akan terus terjadi hingga bulan Maret tahun 2023 nanti," imbuhnya.
--page
Terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik Martogi Siallagan menyampaikan, bahwa akibat curah hujan yang tinggit beberapa hari di Kobar, mengakibat ribuang warga di Kabupaten Kobar terdampak banjir khususnya di sekitaran bantaran sungai Arut.
"Banjir menggenangi di beberapa kecamatan, tercatat di Kecamatan Arut Selatan, Kecamatan Kumai dan Kecamatan Kotawaringin Lama, dan Arut Utara, terutama rumah warga yang berada di bantaran sungai Arut dan Lamandau," tuturnya. (DANANG/B-11)









