PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Perkembangan pembangunan infrastruktur di dalam kota Puruk Cahu, Kabupaten Murung Raya (Mura) kini makin pesat, sudah cukup banyak infrastruktur fisik yang baru di bangun masa jabatan Bupati Mura Drs. Perdie, MA, seperti pelebaran Bundaran Emas dan tamannya, penataan jalan dalam kota, pentaan Gapura menyambut kedatangan tamu dari luar, Puruk Cahu, Kota Emas.

Bahkan di Tahun 2024, lahan kosong samping rumah jabatan Wakil Bupati Mura Rejikinoor menuju ke arah jembatan Merdeka Puruk Cahu, akan dimanfaatkan untuk taman dan wahana hiburan yang dinamakan Taman Sapan. Tentu ini akan menambah nilai estetika Kota Puruk Cahu menjadi kota yang lebih indah dan enak dipandang.

Selain dengan posisinya di tepi Sungai Barito, kawasan Kota Puruk Cahu tampak dikelilingi oleh pegunungan dan bebukitan. “Kita berencana untuk penataan kota Puruk Cahu kearah yang lebih maju lagi, sehingga ada lahan yang bisa kita gunakan untuk pembuatan taman dan menjadi Ikon Wisata seperti di samping rumah jabatan Wakil Bupati samping Jembatan Merdeka Puruk Cahu,” ungkap Bupati Mura Drs Perdie MA.

Tidak hanya itu, Pemerintah juga akan membangun Lopo Betang yang sama seperti Taman Sapan masuk dalam program Multy Years yang merupakan pusat kebudayaan dan wisata budaya di Kabupaten Mura yang terletak di Kota Puruk Cahu.

Selain itu, Pemerintah juga membangun Budaran besar di ruas jalan Soekarno - Hatta yang pada tahun ini juga telah di mulai pengerjaannya.

--page

Semua pembangunan tersebut sebagai bentuk keseriusan untuk membangun Kota Puruk Cahu sebagai gerbang masuk kabupaten Mura lebih indah, lebih maju dan berkembang.

Perdie mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur dalam kota Puruk cahu merupakan bagian dari program prioritasnya selain memang membangun berbasis pedesaan.

“Kota juga tidak lepas dari perhatian kita, karena kota puruk Cahu ini pintu awal orang masuk ke Kabupaten Murung Raya Bumi Tana Malai Tolung Lingu, yang mana memang harus kita tingkatkan pembangunan infrastrukturnya,” ujar Perdie.

Menurut Perdie, dengan penataan wajah kota Puruk Cahu itu tentu Puruk Cahu memiliki khas tersendiri dalam sajian infrastruktur dalam kota, disamping itu juga menjadi keharusan dirinya untuk menata Kota Puruk Cahu ke arah lebih baik lagi.

“Kita ingin Puruk Cahu ini dikenal lebih oleh masyarakat dari luar baik di Kalteng maupun di luar Kalimantan. Karena konsep kita pembangunan berbasis pedesaan itu sedikit pun tidak mengesampingkan pembangunan di dalam kota, porsinya sudah kita bagi,” jelasnya lagi. (Trs)