BORNEONEWS, Puruk Cahu - Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Murung Raya kembali melaksanakan operasi pasar murah di Kecamatan Murung.
Di mana pelaksanaan pasar murah perdana dilaksanakan di Stadion Mini Puruk Cahu, Kamis.
Tentu pasar murah yang digelar saat itu disambut hangat dan antusias warga setempat, dimana warga rela antri untuk bisa mendapatkan paket sembako murah yang disiapkan oleh Pemerintah tersebut.
Kepala Disperindagkop Mura, dr. Suria Siri ketika menyampaikan laporan pada pembukaan pasar Murah mengatakan bahwa pasar murah merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah melalui Disperindagkop.
Dimana tahun ini pasar murah mengambil lokasi di beberapa Kecamatan berbeda dilaksanakan sepekan kedepan.
Ada sebanyak beberapa jenis komoditas atau barang yang dijual di pasar murah,diantaranya beras, minyak goreng, kopi, gula, tepung terigu dan mie instan yang dikemas dalam satu paktet.
--page
Untuk subsidi harga sendiri, Suria menjelaskan dalam pasar murah masyarakat akan mendapat potongan harga sebesar 75 persen, dimana per paket yang di pasaran dijual sekitar Rp. 200 ribu dalam operasinpasar murah ini diju hanya Rp. 49 ribu.
Untuk jumlah paket yang disiapkan dalam pasar murah dirincikan ada sebanyak ratusan paket sembako, dimana masing masing warga sebelumnya telah mendapatkan kupon untuk bisa membeli paket sembako tersebut.
Sementara itu, Wakil Bupati Mura Rejikinnor dalam sambutannya ketika itu menyampaikan bahwa operasi pasar murah merupakan langkah pemerintah untuk menekan inflasi harga kebutujan pokok yang saat ini cukup melonjak.
Dimana paket sembako yang dijual murab kepada masyarakat melalui subsidi pemerintah tersebut tentu akan sangat membantu masyarakatnyang mungkin saat ini mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pokok ditengah tingginya lonjakan harga.
Wabup meminta agar OPD terkait untuk melakukan pengawasan secara berkelanuitan terhadal harga dan stok kebutuhan pokok di pasaran, apabila terjadi kelangkaan dan monjakan harusnsegera dilaporkan dan dilakukan koordinasi untuk mengendalikan dan menormalkan kembali.
Karena kata Wabup masyarakat akan dihadapkan dengan resesi ekonomi dan juga krisis pangan sehinga Pemerintah Harus hadir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan juga menekan inflasi seminimal mungkin. (Trs)









