LAPORAN BUDI YULIANTO (Palangka Raya)

BELUM ada tanda-tanda ke mana Alanwari Pasaribu (21). Narapidana kasus pencurian dinamo alat berat yang kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II A Palangka Raya, Minggu (31/1/2016) petang itu masih dalam pencarian.

"Belum ada informasi. Mudah-mudahan segera tertangkap," kata Kepala Pengamanan Rutan Kelas II A Palangka Raya, Tigor saat dihubungi Borneonews, Selasa (2/2/2016).

Namun, Tigor mengatakan, pihaknya belum mengeluarkan lembaran khusus berisi DPO (daftar pencarian orang). Pihaknya sejauh ini baru berkoordinasi dengan aparat kepolisian, baik Polres Palangka Raya, Polsek Pahandut maupun Polsek Sebangau untuk membantu menangkap pemuda 21 tahun yang beralamat di Jalan Kaja Panarung, Palangka Raya itu.

Jika menghitung waktu mulai kaburnya, Alan sudah lebih dari dua hari menghirup udara bebas. Apakah dia sudah keluar daerah Palangka Raya? Tigor enggan menyebut demikian. "Saya tidak berani itu. Mudah-mudahan saja cepat tertangkap," harapnya.

Seperti diberitakan, Alanwari Pasaribu kabur ketika memanfaatkan waktu salat maghrib. Dia memanjat tembok setinggi tiga meter plus diperkuat dengan kawat berduri. Namun kawat berduri itu bukan penghalang baginya. Aksi Alan terekam CCTV persisnya pada pukul 18.20 WIB.

Alan masuk ke dalam Rutan pada 25 April 2015. Seharusnya dia bebas pada 6 September 2016 mendatang. Dia menghuni ruang F bersama 17 napi lainnya.

Tempat tersebut sebenarnya khusus bagi napi berkeluan baik untuk menjadi tamping (membantu petugas Rutan) yang sebelumnya lolos dalam tahap seleksi. Namun kelakuan baik Alan diduga hanya untuk mencari celah kelalaian petugas semata. (B-10)