BORNEONEWS, Kuala Kapuas - RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas memberikan penyuluhan kesehatan melalui Radio Siaran Pemerintah Daerah (RSPD) dalam rangka memperingati hari menopause sedunia.
Informasi dan edukasi terkait menopause diberikan dengan narasumber dr Erny Indrawati dan Pengelola Promkes RSUD Kapuas, Popo Subroto.
dr Erny yang bertugas sebagai Dokter Umum Madya dan penanggung jawab Unit Transfusi Darah (UTD) RSUD Kapuas menjelaskan, Peringatan Hari Menopause sedunia diperingati setiap tanggal 18 Oktober. Tema peringatan tahun 2022 adalah 'Kognisi dan Suasasna Hati'.
"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan mematahkan stigma tentang masa menopause yang dialami perempuan, serta memberikan dukungan untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan perempuan," katanya, Jumat, 21 Oktober 2022.
Dia melanutkan, menopause adalah suatu masa siklus menstruasi seorang perempuan berakhir secara alami. Biasanya ini terjadi ketika tidak mengalami menstruasi selama 12 bulan.
--page
Pada fase ini merupakan akhir dari usia reproduktif. Artinya, pada fase ini seorang perempuan tidak dapat hamil lagi. Namun, secara fisik tetap dalam kondisi sehat dan tetap bisa aktif secara seksual, meskipun tidak seperti sebelumnya.
Usia fase menopause terjadi antara lain, pada usia antara 45-55 tahun. Bila menopause terjadi pada usia kurang dari 40 tahun, dikatakan sebagai menopause dini.
"Penyebab terjadinya menopause dini, yaitu faktor genetik, sebuah penelitian mengataan bahwa usia menopause seorang perempuan berhubungan dengan faktor keturunan atau genetik. Artinya masa menopause seorang perempuan umumnya tidak jauh berbeda dengan ibunya, dan beberapa faktor lainnya," jelasnya.
Ia juga menyebutkan tanda-tanda menopause antara lain perubahan fisik, kulit kendur dan mongering. Hal ini dikarenakan tidak adanya produksi kolagen. Rambut menipis karena rontok dan juga memutih. Berat badan bertambah, dan biasanya terjadi penumpukan lemak di daerah pinggang.
"Dalam mengatasi keluhan yang dirasakan saat menopause, pada umumnya keluhan-keluhan yang dialami hanya bersifat sementara dan dapat reda dengan sendirinya, tetapi bila keluhan-keluhan tersebut dirasakan mengganggu," tuturnya.
Maka, lanjut dia, ada beberapa hal yang dapat meringankan, yaitu untuk mengurangi hot flashes, minum air, kenakan pakaian yang menyerap keringat, hindari makanan dan minuman panas, makanan pedas, minuman beralkohol, hindari ruangan bersuhu panas.
"Segera periksa ke dokter apabila tanda-tanda menopause dirasakan sangat mengganggu," pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)









